Majukan Sektor Pariwisata, Ini Rekomendasi LTNNU NTB 

Diskusi daring LTNNU NTB gagas masalah pariwisata di daerahnya (Foto: NU Online/Hadi)
Diskusi daring LTNNU NTB gagas masalah pariwisata di daerahnya (Foto: NU Online/Hadi)
Diskusi daring LTNNU NTB gagas masalah pariwisata di daerahnya (Foto: NU Online/Hadi)

Mataram, NU Online
Pengurus Wilayah Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan beberapa rekomendasi terkait kondisi pariwisata di masa pandemi Covid-19.

 

"Sebagai bagian dari masyarakat di NTB, LTNNU mencoba ikut memberikan masukan bagaimana menggairahkan pariwisata akibat Covid-19," ungkap Ketua PW LTNNU NTB Suaeb Qury.

 

Hal itu disampaikan usai pihaknya menggelar diskusi (Daring) pariwisata dalam menghadapi era new normal bersama para pemangku kebijakan dan para pengusaha hotel dan restauran di Nusa Tenggara Barat, Kamis (3/7) malam.

 

Kegiatan yang bertema 'New Normal dan Industri Pariwisata' ini menghadirkan beberapa narasumber di bidang pariwisata, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata NTB L Paozal, Ketua PHRI Ketut Waloni, Ketua GIPI NTB Awan Aswinabawa, Komisaris ITDC Irzani, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Abdul Rauf, dan Sekda NTB sebagai keynote speaker dan di pandu Husna Fatayati.

 

Kepada NU Online, Jumat (3/7) Ketua PW LTNNU NTB Suaeb Qury mengatakan, ada beberapa rekomendasi dari hasil diskusi daring, yakni pertama LTN-NU NTB akan menfasilitasi para mahasiswa dan pelajar di NTB melaksanakan kegiatan lomba video film pendek yang bertema 'ayo datang ke NTB Bisa' (bersih,indah, santun dan aman).

 

"Kedua, untuk memobilisasi promosi parisiwata NTB BISA, LTNNU akan mengundang para youtuber lokal untuk sharing dan bincang, bagaimana melibatkan para youtuber NTB untuk melakukan promosi pariwisata NTB dakam berbagai konten-konten menarik," ucapnya. 

 

Ketiga lanjutnya, pemerintah daerah harus memikiran dan mengambil langkah dalam upaya relaksasi dan kredit bagi para pelaku dan pegiat yang terkena dampak langsung akibat pandemi covid ini. 

 

"Yang keempat adalah menerapkan protokol covid harus menjadi prioritas, serta biaya rapid test dan swab harus dianggaran oleh pemerintah dan kelima adalah sudah saatnya dinas pariwisata NTB mengembalikan pariwisata halal turisme yang telah lama tenggelam," tegasnya. 

 

LTNNU berharap Pemprov bisa melaksanakan langkah-langkah yang direkomendasikan ini. "Saya rasa dengan ini pariwisata NTB Insyaallah akan pulih kembali, perekonomian NTB akan bangkit sebagaimana biasanya, dan NTB akan kembali mendunia," kata mantan Ketua PW GP Ansor NTB ini.

 

Kepala Dinas Pariwisata NTB L Paozal berharap rekoemndasi dari diskusi daring yang digagas LTN NU yang membahas masalah pariwisata di NTB bisa dilaksanakan sesegera mungkin.

 

"Kita inginnya ya secepatnya bisa dilaksanakan. Sebab pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi kemajuan pariwisata di NTB," ucapnya.

 

Kontributor: Hadi
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile