Makna Mimpi Bertemu Mbah Hasyim Menurut Almarhum Gus Zaki

Almarhum KH Agus Muhammad Zaki Hadzik (Gus Zaki). (Foto: RMINU Jatim)
Almarhum KH Agus Muhammad Zaki Hadzik (Gus Zaki). (Foto: RMINU Jatim)
Almarhum KH Agus Muhammad Zaki Hadzik (Gus Zaki). (Foto: RMINU Jatim)

Jombang, NU Online
Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masruriyyah Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Agus Muhammad Zaki Hadzik (Gus Zaki) masih menyisakan duka mendalam sampai sekarang. Terlebih kedekatan dirinya dengan sejumlah sahabat yang menjadikan Cucu Pendiri NU KH Hasyim As’ari ini tempat ‘curhat’ bagi mereka.

 

Inilah yang dirasakan juga oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang, Ahmad Zainudin yang merupakan sahabat sekaligus santri Gus Zaki. Ia pernah mengisahkan dan menanyakan makna dari mimpi yang pernah ia alami kepada Gus Zaki.

 

"Saya ditakdirkan bertemu dengan Mbah Hasyim dalam tidur (mimpi). Beliau jumeneng (berdiri) dengan membawa tongkat dan mentelengi (melihat) saya," kata pria yang karib disapa Gok Din ini kepada NU Online, Sabtu (4/7).


Sebelum tidur dan bermimpi bertemu dengan Mbah Hasyim ini, kondisi Gok Din sedang tidak enak badan, bahkan drop dan tidak diketahui penyebabnya. Kemudian ia minta salah satu keluarganya untuk memijatnya. Usai dipijat, ia pun beranjak tidur dan menyempatkan membaca istighotsah Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari yang diijazahkan almarhum Gus Zaki sebelumnya.

 

Saat Mbah Hasyim memandangi dirinya dengan sorot penglihatan yang tajam dalam mimpinya, ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menundukkan kepala di hadapannya. "Seperti lazimnya saya di hadapan para kiai saya tidak punya nyali untuk memandang balik dan hanya tertunduk," ujarnya.

 

Luar biasanya, setelah terbangun dari mimpi itu, rasa sakit yang sebelumnya dirasakannya, sembuh total. Kondisi badannya kembali sehat seperti sedia kala. Sampai sekarang, mimpi itu pun masih terus membekas karena ia tidak pernah menyana akan bertemu dengan Mbah Hasyim dalam mimpinya.

 

"Cukup lama beliau memandang saya sampai saya terbangun dan mendadak rasa sakit saya hilang seketika, saya fresh kembali," ucap Gok Din sembari mengingat peristiwa itu.


Setelah kejadian itu, Gok Din pun menceritakan mimpi itu kepada seorang ustaz. Dan pada kesempatan bertemu dengan Gus Zaki, Gok Din pun menceritakan kembali mimpinya.

 

"Yang lebih memantabkan saya adalah ketika saya ceritakan mimpi itu kepada kawan yang seorang ustaz dan juga langsung ke Kiai Zaki, cucu beliau, jawabannya sama, 'nek wis dipetuki ngunu iku artine sampean wis diakui sebagai santrine' (kalau sudah bertemu seperti itu artinya kamu sudah diakui sebagai santrinya)," tuturnya.

 

"Ya Allah semoga saya diakui sebagai santri Mbah Hasyim Asy'ari dan muassis serta masyayikh Nahdlatul Ulama. Sehingga saya, keluarga dan anak keturunan saya didoakan husnul khatimah. Amin," imbuhnya mengakhiri kisahnya.

 

Pewarta: Syamsul Arifin
Editor:Muhammad Faizin

BNI Mobile