Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

RMINU Kudus: Hoaks, Berita Ribuan Santri Pingsan Usai Rapid Test

RMINU Kudus: Hoaks, Berita Ribuan Santri Pingsan Usai Rapid Test
Hoaks santri pingsan setelah di rapid test (Foto: NU Online/M Farid)
Hoaks santri pingsan setelah di rapid test (Foto: NU Online/M Farid)

Kudus, NU Online
Beredar meme di media sosial yang berisi keterangan bahwa lebih dari 1.000 santri pingsan usai menjalani rapid test di Kudus. Diketahui, meme itu mencatut logo CNN Indonesia dengan kolase foto orang pingsan dan prosesi rapid test. 

 

Adanya hal ini kemudian ditanggapi langsung oleh Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang menyatakannya sebagai kabar hoaks.

 

Sekretaris RMI PCNU Kabupaten Kudus Gus Khifni Nasif menyatakan, kabar yang beredar di media sosial berlabel CNN Indonesia itu tidak benar-benar ada. Baik di laman CNN Indonesia sendiri maupun fakta aslinya di lapangan. 

 

"RMINU sendiri sudah memastikan rapid test untuk santri di Kudus berjalan aman dan lancar. Mengenai rapid test santri memang ada, yang difasilitasi oleh Pemkab Kudus dan hasilnya aman-aman saja, tidak seperti kabar liar yang beredar,” katanya kepada NU Online, Sabtu (4/7).

 

Ia menjelaskan, rapid test di Pendopo Kabupaten Kudus itu merupakan hasil kerja sama dari himpunan alumni-alumni pesantren, RMINU, dan Pemkab Kudus untuk memastikan santri bisa kembali ke pondok dalam kondisi baik. 
 

RMINU mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan kabar yang tidak jelas sumber beritanya. "Berita semacam ini jelas merugikan RMINU karena masyarakat menganggap berita itu benar, padahal hoaks," tegasnya.

 

Pemberangkatan santri ke pondok juga difasilitasi oleh DPC PKB Kabupaten Kudus. “Gelombang pertama kemarin RMI sudah memberangkatkan santri yang mondok di Ponpes API Tegalrejo, Alhamdulillah aman,” terangnya.

 

Kemudian, RMI juga menginformasikan akan memberangkatkan gelombang kedua pada sabtu malam (4/7) untuk para santri yang mondok di pesantren Jawa Timur, seperti Kediri dan kota lainnya. “Ada sekitar 100 santri yang diberangkatkan dari terminal wisata Kudus,” imbuh dia. 

 

Ketua PCNU Kabupaten Kudus HM Asyrofi Masyito mengapresiasi langkah RMI Kudus yang sigap. Di samping memfasilitasi kebutuhan santri untuk kembali ke pondok juga mengcounter kabar hoaks yang bisa merugikan semua pihak.

 

"RMI sudah melakukan langkah yang tepat dan profesional sesuai tupoksinya," ujar Asyrofi.

 

Sekretaris PCNU Kudus Kisbiyanto menambahkan, komitmen NU akan terus mengupayakan kesehatan warga Nahdliyin, utamanya santri. 

 

"Karena itu para warga NU yang ingin mengirimkan anak-anaknya ke pesantren akan dikawal oleh RMI agar benar-benar dalam kondisi siap dan sehat," ujar Kisbiyanto.

 

"Bahkan santri Kudus yang waktu itu datang dari luar daerah dan luar provinsi pun sangat kami perhatikan," imbuhnya.


NU melalui RMI kata Kisbi, akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kudus termasuk juga dengan DPRD Kudus dalam upaya pencegahan Covid-19 dengan prosedur dan sistem yang sebaik-baiknya.  

 

Kontributor: M Farid
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile