IMG-LOGO
Warta

Bom Lagi Di Baghdad, 47 Tewas


Kamis 12 Februari 2004 01:39 WIB
Bagikan:
Bom Lagi Di Baghdad, 47 Tewas

Baghdad, NU.Online
Sebuah bom berkekuatan besar meledak di pusat kota Baghdad dan menewaskan sedikitnya 47 orang. Korban jiwa itu seluruhnya adalah warga Irak. Seorang jurubicara militer Amerika mengatakan bom itu tampaknya merupakan bom bunuh diri di luar kantor pusat penerimaan tentara.

Ledakan ini berlangsung tak sampai 24 jam dari serangan bom di pusat kantor penerimaan polisi di sebuah kota di selatan Baghdad, yang menewaskan 50 orang.  Kali ini bom menghantam kantor pusat penerimaan tentara dan tampaknya kaum pemberontak mengubah taktiknya dengan sasaran aparat kemanan Irak, kata jurubicara Amerika Serikat tersebut.

<>

Juru bicara itu, Kolonel Ralph Baker, menambahkan kaum militan melancarkan 'serangan' sensasional itu bersamaan waktunya dengan kunjungan sebuah tim PBB untuk mengkaji kondisi di sana sehubungan dengan kemungkinan pelaksanaan pemilu.

Sasaran Lunak

BBC dari tempat kejadian di dekat rumah sakit Karkh melaporkan sebuah ambulan terlihat membawa sejumlah kantong plastik berisi jenasah manusia.

Seorang petugas keamanan yang memeriksa orang-orang yang memasuki kantor penerimaan tentara itu mengatakan serangan itu amat menghancurkan. Serangan terbaru ini berlangsung di dekat Zona Hijau, yang merupakan area dengan pengamanan tinggi tempat markas besar pemerintahan koalisi pimpinan Amerika.

Serangan ini jelas merupakan pukulan lain dalam upaya membentuk kelembagaan Irak yang baru. Serangan ini memperlihatkan kaum militan kini menentukan sasaran dengan penuh pertimbangan. Sasaran itu mungkin tergolong sasaran yang lunak namun merupakan tempat yang penting dan diserang secara besar-besaran.

Bagaimanapun tingginya tingkat pengangguran membuat warga Irak tetap mengajukan permohonan kerja dari pemerintahan koalisi, walaupun kelompok militan sudah memperingatkan mereka akan jadi sasaran.

Para pejabat Amerika baru-baru ini memperingatkan sebuah komplotan yang menurut mereka berasal dari Al-Qaeda untuk memicu bentrokan antara mayoritas Shiah dan Muslim Sunni, yang dulu berkuasa di jaman Saddam Hussein. (BBC/dc/cih)

 

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG