NU Kabupaten Mojokerto Dukung Pemberangkatan Massal Santri Lirboyo

Suasana pemberangkatan santri Pesantren Lirboyo di kantor PCNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NU Online/Rofii)
Suasana pemberangkatan santri Pesantren Lirboyo di kantor PCNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NU Online/Rofii)
Suasana pemberangkatan santri Pesantren Lirboyo di kantor PCNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NU Online/Rofii)

Mojokerto, NU Online
Sejumlah pesantren telah memulai kegiatan belajar mengajar secara normal. Meskipun protokol kesehatan harus ditaati lantaran ancaman virus Corona masih mengancam. 

 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memberangkatkan ratusan santri asal kawasan setempat untuk kembali ke Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Pemberangkatan santri menggunakan 16 armada untuk mengangkut 387 yang terdiri dari santri, wali santri baru dan panitia Himasal atau Himpunan Alumni Santri Lirboyo.

 

Pemberangkatan massal santri Lirboyo ini, menurut Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Mojokerto, KH Chairul Wahyudi dilatar belakangi banyak pertimbangan. Salah satunya keluhan dari Ketua Himasal, KH Zainal Abidin, yang kesulitan memberangkatkan santri ke Pesantren Lirboyo yang memberlakukan aturan ketat. 

 

“Di Pesantren Lirboyo diberlakukan aturan para santri tidak diperkenankan berangkat sendiri. Karenanya, komunitas alumni Pesantren Lirboyo tersebut berinisiatif untuk memberangkatkan secara massal,” katanya, Ahad (5/7). 

 

Namun hal tersebut terkendala oleh pembiayaan transportasi. Karenanya PC RMINU setempat memberikan solusi dengan menghubungkan ke berbagai pihak. “Alhamdulillah kita bisa membantu Himasal menyelesaikan persoalannya dengan kita sampaikan ke beberapa pihak. Termasuk Pemkab Mojokerto yang mendukung secara penuh,” tuturnya.

 

Mekanisme tempat duduk di kendaraan pun telah diatur sedemikian rupa agar tidak menyalahi aturan. Bahwa dalam kendaraan sudah mempertimbangkan protokol kesehatan. Sehingga penumpang tidak berdesakan. “Dan dari 16 armada, alhamdulillah bisa menampung 387 yang diisi oleh santri, wali santri baru dan panitia Himasal,” imbuh KH Chairul Wahyudi.

 

Ketua panitia, KH Asaduddin Asad menuturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu santri Lirboyo berangkat bersama dengan bantuan transportasi yang sangat memadai.

 

“Terima kasih kepada Pemprov Jawa Timur, Bupati Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Mbak Aini Zuhro, PCNU, RMINU dan lainnya yang telah turut membantu pemberangkatan santri Lirboyo asal Mojokerto. Semoga semua yang memberi sumbangsih dikabulkan hajatnya,” harapnya.

 

H Pungkasiadi, Bupati Kabupaten Mojokerto yang tutur hadir dalam pemberangkatan tersebut berpesan kepada santri maupun wali santri yang hadir di halaman PCNU agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

“Saya berharap semua santri tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab selain menuntut ilmu itu penting, menjaga kesehatan juga sangat penting,” jelas H Pungkasiadi saat itu.

 

KH. Abd Adzim Alwi selaku Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto juga berpesan agar para santri total dalam belajar. Sebab di pundak para santri saat ini kelak, kepengurusan NU akan dilanjutkan.

 

“Kelak kalian semua akan menggantikan kita semua. Kalian yang akan menggantikan kepengurusan NU. Karenanya, masa depan NU di tangan kalian semua. Kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh,” harap KH Abd Adzim Alwi.

 

Selain kepada para santri, KH Abd. Adzim juga berpesan kepada wali santri agar mendoakan dengan sungguh-sungguh putra putrinya. “Bapak dan ibu ini juga harus bersungguh-sungguh mendoakan putra putrinya agar kelak mereka menjadi anak yang shalih dan shalihah,” katanya.

 

Acara diakhiri doa dan kumandang adzan serta ikamah.  Kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan yang ditandai secara seremonial kibaran bendera.

 

Kontributor: Rofii
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile