Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Sejumlah Fakir di Kota Malang Bisa Belanja Gratis di Warung Sahabat

Sejumlah Fakir di Kota Malang Bisa Belanja Gratis di Warung Sahabat
Warung sahabat adalah terobosan NU care-LAZISNU Pandean, Kota Malang dalam menjawab kepercayaan muzakki. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Warung sahabat adalah terobosan NU care-LAZISNU Pandean, Kota Malang dalam menjawab kepercayaan muzakki. (Foto: NU Online/Rof Maulana)

Malang, NU Online 

Ada yang berbeda di warung Cak Pul, Unit Pengumpul Zakat, Infak dan Shadaqah (UPZIS) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Pandean Kota Malang, Jawa Timur. Karena di tempat itulah diluncurkan program pemberdayaan ekonomi produktif.

 

Program yang ada, dinamai dengan Warung Sahabat NU Care-LAZISNU Pandean, Kota Malang. Keberadaannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan warga khususnya para donatur yang menyisihkan sebagian rejeki kepada lembaga ini.

 

“Program ini merupakan implementasi dari amanah yang diberikan oleh muzaki kepada NU Care-LAZISNU Pandean,” kata Gus Hilmi, Senin (6/7) . 

 

Lebih lanjut, Ketua UPZIS NU Care-LAZISNU Pandean tersebut menjelaskan bahwa warung sahabat merupakan binaan NU Care-LAZISNU Pandean. Keberadaannya sebagai langkah awal untuk meningkatkan ekonomi warga. 

 

“Kami mengharapkan, dengan program yang bagus ini para aghniya akan semakin meningkat kesadarannya untuk mengeluarkan zakat, infaq maupun sedekahnya yang manfaatnya bisa dirasakan oleh warga,” katanya.

 

Lutfi Suaidi selaku Sekretaris UPZIS NU Care-LAZISNU Pandean mengatakan mustahiq yang mendapat santunan untuk tahap awal ini 19 orang dengan delapan warung atau toko yang berpartisipasi. Dirinya membayangkan sekaligus optimis, bahwa ke depannya akan makin banyak warung yang berpartisipasi seiring dengan meningkatnya kepercayaan muzakki. 

 

“Harapan kami program ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga pemilik warung dan mengentas para fakir,” tutur Suaidi.

 

Yudi sebagai divisi pengelolaan UPZIS NU Care-LAZISNU Pandean menyebutkan delapan daftar toko atau warung sahabat UPZIS NU Care-LAZISNU Pandean. Di antaranya adalah Toko Bu Aminah Jl Bauksit no 9, Toko Bapak Muzairi di Jl Bauksit Tengah, Toko Bapak Gofar Rifai Jl Phosphat Barat, Toko Bapak Subari Jl Phosphat Tengah, Toko Mbak Darmi Jl Phosphat Tengah, Toko Bapak Sucipto Jl Phosphat Timur, Toko Azis Jl Marmer No 09 dan Toko Cak Pul Jl Silikat 36. 

 

“Di Toko Cak Pul ini diagendakan penyerahan dilaksanakan,” ungkap Yudi. 

 

Sistem yang digunakan dalam program warung sahabat adalah UPZIS NU Care-LAZISNU Pandean memberikan uang kepada warung atau toko yang bermitra untuk kebutuhan mustahik selama tiga bulan. Uang diberikan di awal program dan tidak wajib dikembalikan. 

 

Sedangkan mustahiq berbelanja keperluan sehari-hari ke warung tersebut hanya berbekal buku monitoring belanja yang digunakan untuk mencatat semua yang dibeli. 

 

“Program ini akan dimonitoring dan dievaluasi setiap triwulan baik itu warungnya ataupun mustahiknya,” terang Yudi.

 

Gus Hilmi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan aghniya, dukungan dari tokoh NU dan warga pada umumnya yang ikut hadir menyaksikan launching warung sahabat NU Care-LAZISNU Pandean. 

 

“Kami berharap program ini semakin berkembang dan mendorong terealisasinya program UPZIS NU Care-LAZISNU Pandean yang lain,” pungkasnya. 

 

Kontributor: Aldi/Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile