Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember Garap Pemberdayaan Ekonomi Umat

Salah satu stand  Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember di sebuah acara. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Salah satu stand Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember di sebuah acara. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Salah satu stand Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember di sebuah acara. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Dalam beberapa tahun terakhir, kiprah Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember cukup mengesankan. Sejumlah pengajian berkelas nasional digelar dengan mendatangkan penceramah  papan atas semisal Habib Novel al Al Aydrus (Solo), Gus Miftah (Yogyakarta), Habib Jindan bin Novel (Jakarta), dan bahkan Rais ‘Am PBNU, KH Miftachul akhyar.

 

“Itu karena kami ingin ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), tetap membumi  dan semakin menancap di tanah Jember,” ujar  Ketua Dewan Pembina Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember, KHM Mushoddiq Fikri di kediamannya,  kompleks Pesantren Riyadus Shalihin, Gebang, Jember, Selasa (7/7).

 

Seperti diketahui, Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember setiap awal bulan menggelar acara di tempat  (masjid) yang berganti-ganti.  Total ada 15 masjid besar di Jember yang menjadi ‘tuan rumah’ acara Majelis Zikir Ratibul Haddad, termasuk masjid Jamik Al-Baitul Amin Jember dan Raudhatul Muchlisin. Masjid yang disebut terakhir ini merupakan ikon baru destinasi wisata reliji di kota Jember .

 

Adapun rangkaian kegiatan majelis ini adalah pembacaan zikir ratibul haddad sebagai amalan pokok, lalu dilanjutkan dengan  shalawat simtut durar. Dan tak lupa pengajian kitab kuning yang diasuh langsung oleh Gus Fikri (KHM Mushoddiq Fikri). Kitab yang digunakan adalah Sullamut Taufiq, Tafsir Jalalain, dan Arbain Nawawi.

 

Pengajian kitab diselingi tausiah-tausiah menyejukkan oleh Gus Fikri dan kehadiran  muballigh ternama, rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi jama’ah tetap maupun masyarakat umum .

 

“Pengajian kitab bergantian dengan  kajian keislaman, yaitu ceramah agama,” lanjut Gus Fikri.

 

Kendati demikian,  organisasi  keagamaan tersebut tidak melulu fokus dalam dakwah ansich, tapi juga menggarap pemberdayaan ekonomi umat. Menurut Ketua UKM Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember, H Muhammad Agus Salim, sektor ekonomi penting diperhatikan  karena  soal ini merupakan masalah krusial bagi umat Islam.

 

“Ya secara bertahap kita gelar pelatihan kewirausahaan bagi jama’ah terpilih,” jelasnya.


Untuk pembinan ekonomi jama’ah, Ustadz Agus, sapaan  akrabnya, mengaku sudah punya skema pemberdayaan untuk mendongkrak ekonomi jama’ah.  Tentu saja ia  tidak sendirian  tapi menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak.

 

“Saya kira mitra kita banyak, ada LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama), ada LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama), ada Balai Latihan Kerja, dan sebagainaya,” urainya.

 

Selain skema pemberdayaan yang berbasis pelatihan, Majelis Zikir Ratibul Haddad Jember sudah mendirikan gerai umat yang melayani penjualan berbagai souvenir Islam, songkok NU dan sebagainya. Semua keuntungannya masuk ke kas organisasi.

 

“Kita butuh penguatan dakwah NU sekaligus penguatan ekonomi,” pungkas alumnus Universitas Islam Jember itu.

 

Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile