Rais PCNU Surabaya Tuntun Dua Pria Masuk Islam 

Rais PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman (kiri) saat membimbing masuk Islam (Foto: NU Online/Hisyam Malik)
Rais PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman (kiri) saat membimbing masuk Islam (Foto: NU Online/Hisyam Malik)
Rais PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman (kiri) saat membimbing masuk Islam (Foto: NU Online/Hisyam Malik)

Surabaya, NU Online 
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, Jawa Timur KH Mas Sulaiman menuntun dua orang pria bernama Joni dan Muliadi memeluk agama islam, Kamis (9/7) sore di Aula Gedung Hoofdbestuur PCNU Kota Surabaya.

 

Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat disaksikan oleh Ketua PCNU KH Muhibbin Zuhri, Wakil Ketua PCNU KH Sholahuddin Azmi, serta pengurus PCNU lainnya. Turut hadir pula Sekretaris PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya Abdul Holil dan pengurus ansor lainya.

 

Seusai membaca dua kalimat syahadat, Kiai Mas Sulaiman mengajak semua orang yang menyaksikan prosesi sakral tersebut untuk membaca doa bersama. Usai baca doa, Kiai Mas Sulaiman lantas mengubah nama dua pria tersebut. Joni diubah menjadi Ikhsan ahmad bukhori dan Muliadi menjadi Abdul Karim Muliadi.

 

Dalam pengakuan Kiai Mas Sulaiman, nama yang diberikan berdasarkan sejumlah pertimbangan dan musyawarah pengurus NU yang hadir.

 

"Nama ini tadi hasil musyawarah bersama para pengurus yang hadir kebetulan juga tadi memang rutinitas kumpul para pengurus," Jelas Kiai yang juga Pengasuh Pesantren Al-Muhibbin Tambak Osowilangun Surabaya.

 

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, Jawa Timur KH Mas Sulaiman menuntun dua orang pria bernama Joni dan Muliadi memeluk agama islam, Kamis (9/7) sore

 

Ketua PCNU Surabaya KH Muhibbin Zuhri mengucapkan selamat dan mengatakan, mulai detik ini kalian berdua telah menjadi saudara kami dalam akidah sesama muslim.

 

"Kami bersaudara dengan semua orang dalam ikatan persaudaraan antar sesama manusia, juga sesama iman yakni persaudaraan muslim," ucapnya.

 

KH Muhibbin dalam pengantarnya juga menyarankan agar untuk terus belajar agar setiap apa-apa yang dilakukan didasari oleh ilmu. "Terlebih kalau mau aktif di NU, namanya menjadi warga NUn yang sudah dikenal dengan islamnya yang moderat," ungkapnya

 

KH Muhibbin menambahkan, karena gedung ini sudah menjadi rumah kita. Kalau ada pertanyaan atau ada yang mau disampaikan bisa meminta bimbingan kepada para ulama NU baik melalui sosial media ataupun langsung datang ke kantor bersejarah ini.

 

"Mudah-mudahan hal ini diridhai oleh Allah SWT dipermudahkan urusannya dunia sampai akherat yang tidak ada ujungnya," pungkasnya.

 

Kontrubutor: Hisam Malik
Editor: Abdul Muiz
 

BNI Mobile