17 Tahun NU Online dalam Pandangan Mereka

Tiga tokoh NU menyampaikan pandangannya tentang NU Online di Harlah yang ke-17. (Foto: NU Online)
Tiga tokoh NU menyampaikan pandangannya tentang NU Online di Harlah yang ke-17. (Foto: NU Online)
Tiga tokoh NU menyampaikan pandangannya tentang NU Online di Harlah yang ke-17. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online
Kehadiran website resmi PBNU, NU Online sangat bermanfaat dan memberi arti bagi penyebaran informasi-informasi tentang keagamaan khususnya paham-paham moderat yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU).


Informasi yang selama ini relatif sulit untuk dicari dari berbagai sumber, NU Online mampu menghadirkannya. Bukan hanya kecepatan informasi yang disajikan dan diberikan, tetapi juga akurasi berita dan manfaat konten NU Online yang menjadi sangat berguna.


Inilah pandangan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Prof Mohammad Mukri tentang NU Online yang pada 11 Juli 2020 memperingati Hari Lahir Ke-17, Sabtu (11/7).


Rektor UIN Raden Intan Lampung ini pun menyampaikan selamat kepada NU Online dan berharap ke depan akan semakin jaya dan memberikan manfaat bagi kehidupan bangsa negara khususnya pada keluarga besar NU di seluruh pelosok negeri dan juga di seluruh cabang-cabang yang ada di berbagai penjuru dunia.


"Di mata saya NU Online memberikan ruang yang sangat luas kepada masyarakat untuk mengetahui hal-hal yang terkait agenda-agenda besar NU," ungkapnya.


Ungkapan selamat Harlah Ke-17 juga disampaikan Khadim Pesantren Tegalrejo Magelang Jawa Tengah KH Yusif Chudlori. Melalui sebuah video yang diunggah di Akun Gus Yusuf Channel, ia mengatakan kepada NU Online untuk terus berkarya.


"Terus berkarya, jangan berpuas diri. Inovasi, inovasi, dan inovasi. Itulah kunci agar NU Online tetap menjadi arus utama sumber informasi bagi Nahdliyyin. NU Online terdepan dalam syiar Ahlussunnah wal Jamaah, syiar Islam yang Rahmatan lil Alamin. Mabruk alfa mabruk untuk NU Online," ucapnya.


Hal senada juga diungkapkan Ketua PBNU H Robikin Emhas yang mengingatkan NU Online untuk mempertahankan prestasi sebagai website Keislaman pertama yang paling sering dikunjungi. 


"Prestasi yang luar biasa, itu artinya bahwa Islam moderat, Islam toleran, Islam damai yang harmoni dalam relasi dengan negara dan budaya, semakin diterima karena itulah Islam sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah," terangnya.


Prestasi ini, lanjut Kiai Robikin, tidak boleh memudarkan dan melenakan semangat NU Online namun malah bisa memicu untuk lebih semangat. NU Online menurutnya merupakan bagian dari literasi digital yang saat ini perlu terus ditanamkan di tengah-tengah masyarakat digital.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin 

BNI Mobile