Wali Kota Pekalongan: 2.800 Santri Terima Bantuan dari Pemkot

Wali Kota Pekalongan: 2.800 Santri Terima Bantuan dari Pemkot
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz (kiri) di acara 'Teras Wali Kota' (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz (kiri) di acara 'Teras Wali Kota' (Foto: NU Online/Abdul Muiz)

Pekalongan, NU Online
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz mengatakan, saat ini ada 2.800 santri asal Kota Pekalongan sedang menempuh pendidikan di pesantren di dalam maupun di luar kota itu.


"Setelah diadakan pendataan oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dan Bagian Kesra Pemkot Pekalongan, ternyata ada sekitar 2.800 santri yang sedang belajar di pesantren," ujarnya.


Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan di acara 'Teras Wali Kota' di Guest House Pemkot Pekalongan, Jalan Bahagia, Jumat (10/7) malam.


Dikatakan, dari data yang masuk kemudian diverifikasi, rencananya pekan depan bantuan uang makan (sebelumnya disebutkan sebagai uang saku, red) akan diberikan kepada santri yang belum berangkat atau orang tuanya jika santri sudah berada di pondok.


"Pemkot sudah siapkan dananya sebesar Rp750 juta dari yang sebelumnya dicadangkan sebesar Rp500 juta," ungkapnya.


Dijelaskan, Pemkot Pekalongan memberikan perhatian secara khusus kepada santri asal Kota Pekalongan agar bisa meneruskan pendidikannya di masa pandemi Covid-19. 


"Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pesantren yakni pendidikan dan pelatihan tentang protokol kesehatan bagi pesantren, bantuan alat tes suhu badan 'Thermogun', dan bantuan beras bagi pesantren di Kota Pekalongan sudah kami laksanakan," ucapnya.


Apresiasi Pemkot
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan H Muhtarom memberikan apresiasi atas kepedulian Pemkot Pekalongan kepada santri asal Pekalongan yang saat ini sedang mondok.


"Saya mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas ide brilian Wali Kota Pekalongan yang memberikan perhatian secara khusus kepada santri dengan memberikan bantuan uang makan," ungkapnya. 


Disampaikan, pada masa pandemi Covid-19 memang sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Berbagai sektor usaha mengalami lumpuh total. Sehingga bantuan dari Pemkot Pekalongan untuk santri merupakan hal yang sangat luar biasa.


"Pemerintah sendiri melalui program bantuan uang tunai dan sembako telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kali ini juga memberikan perhatian yang sama kepada santri harus kita syukuri," tegasnya.


PCNU berharap secara berkala kegiatan bantuan uang makan kepada santri dapat dilakukan secara berkala dengan dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


"Bukan soal besar dan kecilnya bantuan. Akan tetapi, perhatian kepada santri dan pesantren memang harus segera diwujudkan sebagaimana amanat dalam undang-undang pesantren yang telah disahkan," pungkasnya. 


Wali santri Ikhwan (45) asal Kecamatan Pekalongan Barat mengaku gembira akhirnya janji Wali Kota akan memberikan bantuan kepada santri direalisasikan. Dia mengaku dua anaknya saat ini belajar di Pesantren Jombang dan Kediri Jawa Timur.


"Bantuan ini sangat membantu kedua anak kami yang saat ini sedang belajar di pesantren. Meski sudah berada di pondok, bantuan dari pemkot tetap akan kami ambil dan saya kirim ke anak saya," ucapnya penuh gembira.


Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
 

BNI Mobile