Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Keromantisan Pasangan Suami Istri di Pringsewu Pimpin Jamiyah NU

Keromantisan Pasangan Suami Istri di Pringsewu Pimpin Jamiyah NU
Pasangan suami istri yang menahkodai kepengurusan MWCNU dan Muslimat NU di Kabupaten Pringsewu, Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)
Pasangan suami istri yang menahkodai kepengurusan MWCNU dan Muslimat NU di Kabupaten Pringsewu, Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)

Pringsewu, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat memang tak bisa dipisahkan. Diibaratkan keluarga, NU adalah seorang bapak, sementara Muslimat adalah ibunya. Perumpamaan ini ternyata benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata di NU Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Memang unik, dua kali periode ini, kepengurusan NU dan Muslimat di daerah tersebut ditangani oleh pasangan suami istri.


Pada kepengurusan 2015-2020, Kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Adiluwih diketuai oleh H Basirun Nasir. Pada saat itu juga istrinya, Ibu Kusmiati, dipercaya untuk memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Adiluwih. 


Ini pun berlanjut di kepengurusan periode 2020-2025, saat MWCNU Kecamatan Adiluwih saat ini dipimpin oleh H Muhammad Aziz. Dalam Konferensi PAC Muslimat Adiluwih yang dilaksanakan di Komplek Masjid Ad-Dakwah Bandung Baru, Ahad (12/7), Istrinya yang bernama Hj Binti Khairiyah, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PAC Muslimat NU periode 2020-2025.


Terpilihnya kedua ketua yang merupakan suami dan istri ini menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Munawir, bukan karena kurangnya sumber daya manusia di NU Adiluwih. Ini adalah sebuah kepercayaan bahwa keduanya memang kader terbaik yang pantas memimpin kedua organisasi ini.


“Ini tidak direncanakan dari awal. Peserta konferensi yang menghendakinya. Ada keuntungannya juga dengan duet suami istri dalam memimpin NU dan Muslimat, bisa menambah kekompakan dan keselarasan langkah organisasi. Kalau ada masalah dalam organisasi, bisa diselesaikan dengan cara ‘adat’,” katanya sambil tersenyum.


Duet pasangan yang keduanya merupakan guru di MIN 2 Pringsewu ini, terang Munawir, juga tidak menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kedua organisasi ini. Ia berharap keduanya mampu membawa NU dan Muslimat di kecamatan yang tradisi ke-NU-annya sangat kental ini.


Sementara sesaat setelah terpilih menjadi Ketua PAC Muslimat Adiluwih, Hj Binti mengajak kepada seluruh kepengurusan yang nantinya akan dibentuk untuk bekerjasama. Kepada seluruh pengurus ranting Muslimat juga ia berharap dapat bersinergi menjalankan program kerja yang telah ditetapkan.


Program kerja Muslimat Adiluwih telah dibahas oleh Komisi B pada konferensi tersebut. Selain program kerja, dalam konferensi tersebut juga dilakukan sidang komisi A yang membahas organisasi dan komisi C yang membahas rekomendasi.


Sementara Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pringsewu Hj Ani Fitriani yang hadir pada konferensi tersebut berharap kepengurusan yang dipimpin oleh Hj Binti saat ini mampu lebih menorehkan prestasi pada setiap ajang kegiatan. 


“Selama ini PAC Adiluwih sudah banyak menorehkan prestasi di setiap kegiatan yang di laksanakan PC Muslimat NU Kabupaten Pringsewu,” ungkapnya pada konferensi yang dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syu’aib, pengurus badan otonom dan lembaga NU, serta 13 Ranting Muslimat di Adiluwih.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin

BNI Mobile