Dukung Tim Kesehatan, LAZISNU Jatim Bantu APD di RSI Mabarrot Gresik

Pihak RSI Mabarrot MWCNU Bungah, Gresik menerima APD dan alat kesehatan dari NU Care-LAZISNU Jatim. (Foto: NU Online/Syafik H)
Pihak RSI Mabarrot MWCNU Bungah, Gresik menerima APD dan alat kesehatan dari NU Care-LAZISNU Jatim. (Foto: NU Online/Syafik H)
Pihak RSI Mabarrot MWCNU Bungah, Gresik menerima APD dan alat kesehatan dari NU Care-LAZISNU Jatim. (Foto: NU Online/Syafik H)

Gresik, NU Online
Salah satu garda terdepan bagi penanganan pasien terindikasi virus Corona adalah tenaga medis. Namun yang dikeluhkan selama ini adalah terbatasnya jumlah Alat Pelindung Diri atau APD serta alat kesehatan. 

 

Dalam rangka meningkatkan layanan, Rumah Sakit Islam (RSI) Mabarrot milik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah, Gresik, Jawa Timur mendapatkan sejumlah bantuan. Kali ini yang diterima adalah APD  serta alat kesehatan dari NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur. 

 

“Kami selalu mendukung dokter rumah sakit di wilayah Jatim untuk selalu semangat dalam penyembuhan pasien Covid 19,” kata Sekretaris NU Care-LAZISNU Jatim, Moh Rofii Boenawi, Senin (13/7). 

 

Bantuan diterima langsung Direktur Utama RSI Mabarrot  MWCNU Bungah, dokter Izzuddin Syahbana. Nantinya, seluruh bantuan akan digunakan untuk tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19 di rumah sakit yang menjadi salah satu rujukan itu.

 

Dokter Izzuddin Syahbana merasa bersyukur mendapatkan bantuan APD dan alat kesehatan ini. Bantuan kata dia akan benar-benar digunakan secara maksimal.

 

"Alhamdulillah, RSI MWCNU Bungah mendapat bantuan dari NU Care-LAZISNU dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Jatim. Insyaallah ini bermanfaat dalam berkhidmah menangani pasien Covid-19," ujar pria yang juga alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) itu.

 

Selama ini, diungkapkan dokter Izzuddin, RSI Mabarrot MWCNU Bungah telah menangani sejumlah pasien positif Covid-19. 4 pasien di antaranya dinyatakan sembuh berdasarkan hasil Swab.

 

"Sejumlah pasien telah kami rawat, dan 4 pasien di antaranya dipastikan sudah sembuh setelah dilakukan Swab sebanyak 2 kali dan hasilnya negatif," jelasnya. 

 

Dirinya mengimbau agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan lingkungan bersih. Salah satunya dengan selalu menyemprotkan disinfektan untuk menghindari percepatan penyebaran Covid-19.

 

Mengingat angka pasien Covid-19 di Kabupaten Gresik masih tinggi dan terus mengalami peningkatan, dirinya mengajak masyarakat agar tetap disiplin dan jalankan protokol kesehatan. Kian tersebarnya virus Corna antara lain disebabkan warga yang kurang menjaga hal tersebut.

 

“Karena disiplin dengan protokol kesehatan sangat mempengaruhi sekali dalam kehidupan sehari-hari ketika melawan Covid-19,” pungkasnya. 

 

Kontributor: Syafik Hoo
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile