PEDULI COVID-19

Ratusan Warga Jakarta Ikuti Rapid Test Gratis Satgas NU

Suasana rapid test di PWNU DKI Jakarta. (Foto: NU Online/Ahdori)
Suasana rapid test di PWNU DKI Jakarta. (Foto: NU Online/Ahdori)
Suasana rapid test di PWNU DKI Jakarta. (Foto: NU Online/Ahdori)

Jakarta, NU Online
Tiga ratus warga DKI Jakarta mengikuti rapid test (tes cepat) gratis yang diselenggarakan Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Covid-19 bekerja sama dengan Kantor Pusat Pegadaian. Kegiatan berlangsung di Kantor PWNU DKI Jakarta, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (15/7). 


Sekretaris Satgas NU Peduli Covid-19, Surotul Ilmiyah mengatakan, tiga ratusan warga DKI tersebut adalah masyarakat dari berbagai daerah di DKI Jakarta yang mengaku tidak bisa tes cepat di rumah sakit karena biayanya yang mahal. 


Kegiatan itu, lanjut dia, dilakukan untuk menekan angka positif Covid-19 di DKI Jakarta.  Kerja sama dilakukan PBNU bersama banyak instansi dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu.  Dia berharap apa yang dilakukan Satgas NU Peduli dapat berdampak postif untuk memutus mata rantai Covid-19 di DKI Jakarta. 


“Kita tahu DKI Jakarta zona merah, jadi kita bantu. Mudah-mudahan semua yang dilakukan memberikan dampak yang positif,” kata Ilmiyah. 


Sementara itu, Senior Manajer Kantor Pusat Pegadaian, Astuti, mengatakan selain warga umum pihaknya mempriotaskan pegawai pegadaian mengikuti tes cepat. Menurutnya, PBNU dan Kantor Pegadaian sengaja bekerja sama untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya.


“Kami bantu yang tak mampu, ini untuk kemanusiaan,” tutur Astuti. 


Untuk diketahui, rapid test sendiri merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG. Antibodi tersebut diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. 


Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, penting diketahui pembentukan antibodi ini memerlukan waktu. Bahkan, bisa sampai beberapa minggu. Hal inilah yang bisa menyebabkan keakuratan dari rapid test cukup rendah.


"Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona (Covid-19). Selain itu, tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR)," pungkasnya. 


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori

BNI Mobile