NU dan Kemenag Jateng Kerja Sama Cegah Radikalisme di Akar Rumput

Kepala Kakanwil Kemenag Jateng H Mustain Ahmad saat silaturahim ke PWNU Jateng (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Kepala Kakanwil Kemenag Jateng H Mustain Ahmad saat silaturahim ke PWNU Jateng (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Kepala Kakanwil Kemenag Jateng H Mustain Ahmad saat silaturahim ke PWNU Jateng (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Kementerian Agama merintis kerja sama untuk mencegah meluasnya paham dan gerakan radikalisme di tengah-tengah masyarakat.

 

Ketua PWNU Jateng HM Muzammil mengatakan, NU siap merealisasikan secepatnya  kerja sama itu dengan memaksimalkan peran pengurus ranting NU dan  perangkat lainnya yang ada di lingkungan lembaga pendidikan, pesantren dan para mubaligh yang selalu berada di tengah masyarakat.

 

"Bagi NU Jateng tidak hambatan komunikasi dengan para penyuluh agama Islam di akar  rumput. Para Pimpinnan NU dan badan otonomnya di daerah sudah sering kerja bareng secara kultural," ujarnya.

 

Hal itu disampaikan saat PWNU Jateng menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kemennterian Agama Prov Jateng H Mustain Ahmad, di Jalan dr Cipto 180 Semarang, Selasa (14/7) kemarin.

 

Dikatakan, kalau kerja sama ini akan diformalkan tidak sulit. Secara operasional dari pihak NU memiliki instrumen organisasi di level paling bawah, sementara Kemenag punya penyuluh yang juga siap digerakkan sewaktu - waktu 

 

"Komponen sudah ada di kedua pihak, tinggal menyamakan langkah dan mengisi konten, selanjutnya tinggal jalan saja," ucapnya.

Kunjungan Kepala Kakanwil Kemenag Jateng H Musta'in Ahmad ke Kantor PWNU Jateng jajaki kerja sama cegah radikalisme di akar rumput (Foto: Samsul Huda)

 

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng H Mustain Ahmad mengatakan, nilai-nilai tawasuth yang dikembangkan dan diajarkan para kiai NU kepada masyarakat merupakan modal sosial yang sangat tinggi nilainya terutama dalam upaya menciptakan suasana kerurukunan dan ketentraman bangsa.

 

"Kebetulan kami juga memiliki program penguatan Islam Wasathiyah untuk membentengi warga dari ancaman pengaruh paham dan gerakan radikalisme, karena itu kami ingin hal ini kita sinergikan," katanya.

 

Menurutnya, Kemenag memiliki instrumen penyuluh yang baik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN di seluruh kecamatan. Setiap hari mereka berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan bimbingan dalam menjalankan ajaran agama.

 

"Mereka mulai tahun ini disiapkan untuk mensosialisasikan program pencegahan radikalisme dan penguatan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara," tegasnya.

 

Dia menambahkan, di sisi lain NU memiliki perangkat organisasi hingga ke akar rumput yakni di desa atau ranting. Karena itu tepat sekali kalau Kemenag  bersama NU di Jateng merapatkan barisan di bawah agar para radikalis tidak lagi memiliki peiuang untuk menggelar aksinya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile