Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Jateng Dorong LAZISNU Beri Perhatian ke Madrasah Diniyah

NU Jateng Dorong LAZISNU Beri Perhatian ke Madrasah Diniyah
Rakor PWNU Jateng d Brebes dorong LAZISNU beri perhatian ke madin (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Rakor PWNU Jateng d Brebes dorong LAZISNU beri perhatian ke madin (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mendorong Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di wilayah eks Karesidenan Pekalongan untuk mendukung pengembangan potensi madradah diniyah (Madin).

 

Sekretaris PWNU Jateng H Hudallah Ridwan Naim mengatakan, keberadaan madrasah diniyah memiliki makna strategis bagi NU. Karena itu harus selalu dipertahankan dan dikembangkan potensinya dengan mengoptimalkan peran LAZISNU.

 

"Zakat, Infaq, dan Sedekah atau ZIS dapat dioptimalkan untuk mendukung penguatan Madin. Sebagai perangkat NU yang mengemban amanat untuk menggalang potensi ZIS, kami berharap LAZISNU di kawasan Pantura Jateng bagian barat bersinergi dengan RMI," kata Gus Huda kepada NU Online di Semarang, Senin (20/7).

 

Dikatakan, secara teknis Madin berada di bawah pembinaan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), posisinya sangat penting. Di lembaga inilah kader-kader atau tunas-tunas calon kiai disemai. "Namun lembaga ini kurang mendapat sentuhan dan dukungan dana dari pemerintah untuk mendukung penguatan kapasitasnya dan pengembangannya," ungkapnya.

 

Kegiatan konsolidasi PWNU Jateng di Kabupaten Brebes (Foto: Samsul Huda)

 

Dikatakan, alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan pada APBN maupun APBD sebagaimana diamanatkan konstitusi sentuhannya belum maksimal. Padahal institusi ini adalah lembaga pendidikan yang sebenarnya juga memiliki hak untuk dikucuri dana anggaran pendidikan itu sebagaimana lembaga pendidikan lainnya di bawah Kemendikbud maupun Kemenag.

 

"Baik Madin, RMI maupun NU di wilayah eks Karesidenan Pekalongan tidak boleh cengeng. Sikap kemandirian yang selama ini diajarkan oleh para kiai dijadikan acuan untuk terus berkhidmah dengan tanpa kenal lelah," ucapnya.

 

Dirinya menambahkan, PWNU  Jateng sangat berharap LAZISNU di bawah PCNU di wilayah eks Karesidenan Pekalongan tampil dan bergerak untuk menggalang potensi ZIS. Hasilnya kali ini  difokuskan untuk penguatan Madin di kawasan ini.

 

"Inisiatif ini didukung oleh PCNU di wilayah eks Karesidenan Pekalongan pada saat digelar rapat koordinasi dengan PWNU Jateng yang berlangsung di pesantren Salafiyah 1 Brebes yang diasuh KH Subhan salah seorang Rais Syuriyah PBNU pekan lalu," terangnya.

 

PWNU Jateng bergembira di wilayah Brebes tidak ada zona merah, sehingga seluruh kegiatan pendidikan di pesantren termasuk Madin langsung dimulai setelah lebaran yang lalu," ujarnya.

 

Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqah menyampaikan, rakor PWNU Jateng bersama PCNU di pantura barat Jateng merupakan bagian dari agenda konsolidasi organisasi putaran kedua.

 

"Kami berharap koordinasi dan konsolidasi ini akan semakin memicu semangat PCNU dalam meningkatkan kualitas khidmah jamiyah kepada masyarakat," kata kiai Ubaid.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile