Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gus Hayid Jelaskan Amalan Utama di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Gus Hayid Jelaskan Amalan Utama di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah
KH Muhammad Nur Hayid. (Foto: Istimewa)
KH Muhammad Nur Hayid. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Bulan Dzulhijjah 1441 H telah tiba pada Rabu (22/7). Ada beberapa ibadah yang sangat identik dan menjadikan bulan ini istimewa seperti Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pelaksanaan ritual shalat Id, ibadah haji, dan penyembelihan hewan kurban.


Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid), mengingatkan umat Islam bahwa sepuluh hari pertama dalam bulan ini adalah hari-hari yang istimewa. Semua kebaikan yang dilakukan akan diilipatgandakan pahalanya. 


“Amalan yang disukai oleh Allah pada bulan ini khususnya sepuluh hari pertama adalah puasa sunnah Dzulhijjah dari tanggal 1 sampai tanggal 9 Dzulhijjah atau yang sering disebut puasa Arafah,” jelasnya, Rabu (22/7).


Amalan lain yang disukai Allah dalam bulan ini adalah memperbanyak membaca tahlil atau kalimat tayyibah (la ilaha Illa Allah) dan istighfar serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Amalan utama lain yang disukai Allah SWT adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang membutuhkan.


“Puncaknya adalah menyembelih hewan kurban. Sudahkan kita siapkan?,” kata Gus Hayid mengingatkan.


Kurban menurutnya adalah wujud dari rasa syukur atas berbagai kenikmatan yang telah dianugerahkan Allah SWT. Hal ini termaktub dalam QS Al-Kautsar yang menegaskan bahwa Allah memerintahkan untuk mewujudkan rasa syukur dengan shalat dan berkurban.


“Berkurban bukanlah membuang-buang uang. Ini adalah juga cara kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengakui kehambaan kita di hadapannya. Dengan berkurban mampu menjadikan nikmat Allah SWT tidak terputus,” jelasnya.


“Jika kita ingin selamat dari berbagai bala dunia dan akhirat, maka rajin-rajinlah berkurban. Kurban menjadi amalan yang akan menyelamatkan kita. Mari berkurban,” pungkasnya.


Gus Hayid pun mengingatkan pula bahwa memang rangkaian ibadah pada bulan Dzulhijjah kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Pada tahun ini seluruh umat Islam di dunia sedang berada dalam suasana pandemi Covid-19. Imbasnya, pelaksanaan ibadah haji hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu dan termasuk calon jamaah haji Indonesia tidak bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun ini.


Termasuk dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri dan penyembelihan hewan kurban, umat Islam harus melakukannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pihak berwenang. Namun kondisi ini tidak boleh menurunkan semangat umat Islam dalam meningkatkan kualitas ibadah di bulan ini.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin

Posisi Bawah | Youtube NU Online