Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Semangat Nahdliyin Mimika Kembali Gelar Pengajian Kitab

Semangat Nahdliyin Mimika Kembali Gelar Pengajian Kitab
Beriringan dengan pembukaan kajian kitab Ahad Legi Pagi (Ahli) diserahkan pula sertifikat Pesantren Darussalam Mimika, Papua. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Beriringan dengan pembukaan kajian kitab Ahad Legi Pagi (Ahli) diserahkan pula sertifikat Pesantren Darussalam Mimika, Papua. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)

Mimika, NU Online

Maklum diketahui bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama ada di pesantren. Artinya pesantren sebagai ruh, bukan fisik sehingga bisa disebut pesantren adalah ruh NU. NU adalah pesantren besar dan pesantren adalah NU kecil.

 

Kajian Zamakhsari Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren menyebutkan bahwa pesantren memiliki lima elemen, yaitu masjid, pondok, kitab kuning, santri, dan kiai. Khusus pengajian kitab kuning umumnya ada dua macam, yakni untuk santri internal pondok dan umum untuk masyarakat. 

 

Pondok Pesantren Darussalam Mimika yang berdiri pada 13 Januari 2019 memiliki program rutinan pengajian kitab kuning Ahad Legi Pagi (Ahli). Pengambilan waktu Ahad Legi ini mengikuti pengajian pesantren rujukan, yakni Pondok Darussalam Blokagung Banyuwangi Jawa Timur. Ahli sudah berjalan sejak 30 Juli 2019, namun terhenti akibat wabah Corona.

 

“Alhamdulillah uji coba membuka kembali Ahli telah dilakukan 14 Juni lalu dengan beberapa pembatasan di masa pra new normal yang diterapkan oleh Pemkab Mimika berjalan lancar,” kata Ustadz Iswahab, Rabu (22/7). Pembukaan Ahli lalu dilanjutkan di masa new normal pada Ahad (19/7) yakni pagi hari, lanjutnya.


Pada kegiatan ini diserahkan sertifikat tanah wakaf Pondok Pesantren Darussalam Mimika oleh Ketua Bidang Sarana dan Prasarana, yakni Ustadz Iswahab kepada perwakilan wakif, yakni H Totok Suharto.

 

"Terima kasih kepada saudara-saudaraku. Perjuangan kita di NU tidak akan sia-sia sesuai pesan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari barangsiapa yang menghidupkan NU,  maka  dianggap sebagai santrinya dan didoakan husnul khatimah," paparnya.


Sementara itu H Totok menyampaikan apresiasi dan harapannya agar amanah yang telah diperjuangkan dengan penuh jalan berliku dapat dimanfaatkan dengan baik. 

 

"Saya akan teruskan sertifikat ini ke yang berhak. Semoga kita bisa menjaga amanah wakaf tanah ini dengan baik sesuai tujuannya," terang Koordinator Donatur Pondok Pesantren Darussalam Mimika ini.


Acara pembukaan Ahli dimulai dengan khatmil Qur'an, pembacaan shalawat, istighotsah dan acara inti yakni ngaji kitab Al-Hikam oleh Ustadz Qobulyani. 

 

Menurut Ketua Pengurus Pesantren Darussalam Mimika, Ustadz Sugiarso bahwa Ahli diharapkan bisa menjadi media integrasi semua potensi Nahdliyin, sehingga mampu menggerakkan kemandirian warga dan pesantren. 

 

"Kami usahakan bibit dan kader kader IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Muslimat NU, Fatayat NU bisa dididik melaui keterlibatannya di kegiatan Ahli ini," terangnya

 

Hadir pada kegiatan tersebut sesepuh dan jamaah dari jalan Srikaya, Kampung Timika Jaya, Kampung Wanagon, Kampung Kadun Jaya, Kota Timika, Wonosari Jaya juga Kampung Mwuare.

 

Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 

BNI Mobile