Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Saat Gelar Rutinan Jamiyah, NU Ranting di Sumenep Santuni Yatim

Saat Gelar Rutinan Jamiyah, NU Ranting di Sumenep Santuni Yatim
Wakil Rais MWCNU Pragaan, Sumenep memberikan santunan kepada yatim di Dusun Tengginah. (Foto: NU Online/Firdausi)
Wakil Rais MWCNU Pragaan, Sumenep memberikan santunan kepada yatim di Dusun Tengginah. (Foto: NU Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online 
Kegiatan jamiyah hendaknya tidak berkutat dan membincang persoalan organisasi. Yang juga harus mendapat perhatian adalah bagaimana jamaah atau warga turut mendapatkan perhatian. Apalagi mereka termasuk kalangan dhuafa atau memang layak mendapatkan perhatian. Di sinilah kehadiran Nahdlatul Ulama sebagai jamiyah ditunggu jamaah.

 

Penegasan ini disampaikan KH Sa'dani Bahar saat memberikan pengarahan di acara kumpulan rutin Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung Rabu (22/7) di kediamannya.

 

Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan selama ini hendaknya dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

 

“Karena setiap kegiatan kumpulan bulanan yang diselenggarakan di rumah anggota secara bergantian, mampu menyantuni satu yatim di setiap dusun,” katanya. Sedangkan sumber dananya berasal dari anggota PRNU yang istikamah hadir di acara rutin, lanjutnya. 

 

Kiai yang juga diamanahi sebagai Ketua PRNU Larangan Perreng tersebut menargetkan bahwa dari kegiatan rutin dapat membantu hingga dua anak di setiap dusun. Sehingga kegiatan rutin jamiyah bisa bermanfaat kepada jamaah.

 

"Semuanya tergantung kepada perolehan kotak koin yang dijalankan secara sporadis oleh tiap-tiap anggota, baik sebelum acara dimulai atau ketika acara berlangsung," terangnya. 

 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut menegaskan bahwa untuk Dusun Tengginah tinggal satu anak yatim yang belum disantuni yakni Ahmad Jailani putra dari Faridah.

 

"Semoga kumpulan rutin bulan depan, seluruh yatim bisa menerima dana yang diperoleh dari penghimpunan yang diperoleh dari spontanitas jamaah," harapnya. 

 

Kepada media ini, Kiai Muhris Baharun selalu mengingatkan seluruh PRNU se-Kecamatan Pragaan untuk patuh kepada protokol kesehatan. Meskipun dengan alasan atau tujuan baik seperti  menyantuni yatim dan dhuafa. 

 

"Penyaluran santunan tetap memperhatikan prosedur operasional sehingga tidak melanggar aturan yang dibuat pemerintah," pintanya.

 

Ketua NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Pragaan ini menyampaikan sejumlah hal tersebut untuk menjaga keamanan dan kesehatan di tengah masa new normal.

 

Kontributor: Firdausi 
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile