Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Termasuk Melayu, Khutbah Hari Arafah Diterjemahkan ke dalam 10 Bahasa

Termasuk Melayu, Khutbah Hari Arafah Diterjemahkan ke dalam 10 Bahasa
Khutbah pada hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, termasuk bahasa Melayu.
Khutbah pada hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, termasuk bahasa Melayu.

Makkah, NU Online
Presiden Jenderal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz al-Sudais mengatakan bahwa khutbah pada hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa. Yaitu Inggris, Melayu, Urdu, Persia, Prancis, China, Turki, Rusia, Hausa (Afrika Barat), dan Bangladesh.


“Pada saat pengarahan media untuk musim hajin tahun 2020 ini, al-Sudais telah mengarahkan untuk menambahkan jumlah bahasa yang digunakana dalam menerjemahkan khutbah hari Arafah dari lima menjadi sepuluh,” demikian dilaporkan kantor berita Arab Saudi, SPA, Rabu (22/7).

 

Baca juga: 1 Dzul Hijjah, Otoritas Makkah Mulai Angkat Kiswah Ka’bah


Tidak hanya itu, khutbah hari Arafah juga bisa diakses di Aplikasi Khutbah Arafah dan juga platform Manarat al-Haram. Proyek ini diklaim sebagai proyek yang terbesar—dari jenisnya- di dunia. Menurut al-Sudais, Kerajaan Saudi siap mengerjakan proyek ini guna menyampaikan pesan pesan kepada khalayak umum seluas mungkin. Tahun ini merupakan tahun ketiga di mana khutbah hari Arafah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.


Sementara itu, kementerian Kesehatan Arab Saudi terus melakukan persiapan untuk haji tahun yang terbatas. Mereka telah meningkatkan kesiapan fasilitas untuk menyediakan perawatan bagi para jamaah, di tengah pandemi Covid-19. Di antara fasilitas yang sudah disiapkan adalah Rumah Sakit Al-Wadi Mina, 29 pusat kesehatan di Arafah, rumah sakit lapangan, klinik keliling, enam ambulans dengan kelengkapan penuh, dan tiga klinik di tempat tinggal jamaah haji.

 

Baca juga: Masjidil Haram Ditutup saat Idul Adha


Di tengah pandemi Covid-19, Arab Saudi tetap menyelenggarakan ibadah haji namun dengan jumlah jamaah yang sangat terbatas. Dilaporkan, haji tahun ini hanya akan diikuti oleh sekitar 10 orang dari 160 negara berbeda. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, ibadah haji diikuti lebih dari dua juta orang dari seluruh penjuru dunia.


Jamaah akan memulai melakukan ritual ibadah haji pada 29 Juli. Sehari setelahnya, mereka akan melaksanakan wukuf di Gunung Arafah. “Wukuf di Gunung Arafah, puncak dari ritual ibadah haji, jatuh pada Kamis, 30 Juli,” demikian keterangan Pengadilan Tinggi Saudi, seperti diberitakan kantor berita Saudi, SPA, Senin (20/7).


Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad 

BNI Mobile