Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HARI ANAK NASIONAL

Pengasuh Pesantren Al-Aziz Lasem: Kaum Difabel Juga Berhak Bahagia

Pengasuh Pesantren Al-Aziz Lasem: Kaum Difabel Juga Berhak Bahagia
Nyai Hj Fatimah Asri Mutmainnah bersama para santri dalam acara daring. (Foto: Dok. Pribadi)
Nyai Hj Fatimah Asri Mutmainnah bersama para santri dalam acara daring. (Foto: Dok. Pribadi)

Kudus, NU Online
Pengasuh Pesantren Al-Aziz Lasem Rembang, Jawa Tengah, Nyai Hj Fatimah Asri Mutmainnah mengatakan, anak-anak difabel juga berhak merayakan hari anak nasional. Pada Hari Anak Nasional ini, mereka berhak untuk berbahagia.


Pernyataan tersebut  dikatakan Nyai Fatimah (Umi Aci) saat menggelar peringatan Hari Anak Nasional di pesantren warisan Mbah Ma’shum Lasem ini. Ia merasa perlu mengundang anak-anak berkebutuhan khusus itu dalam peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati tiap 23 Juli. 


“Mereka juga berhak merayakan hari anak nasional. Meskipun dalam kondisi keterbatasan, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak normal. Mereka harus merasakan kebahagiaan dan semangat baru di hari anak nasional ini,” terang Umi Aci kepada NU Online, Kamis (23/7).


Selain itu, menurut dia, dengan mengundang anak difabel juga dirinya akan lebih mengetahui langsung tentang harapan dan mimpi mereka. Selain itu, dalam rangka memenuhi hak yang belum mereka dapatkan selama ini.

 

 

Pembina Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) ini menambahkan, kisah anak-anak difabel itu akan menjadi bahan advokasi yang selama ini diperjuangkan.


“Bahwa anak-anak difabel memiliki hak yang sudah diatur Pasal 5 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” ungkap istri KH Shiddiq Ahmad ini.


Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Lasem ini akan menyampaikan hal tersebut melalui pertemuan resmi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Rembang.


Umi Aci berharap, suara hati anak-anak difabel tersebut dapat didengar oleh dunia agar mereka dapat melihat cakrawala yang lebih luas dari sebelumnya. “Dengan begitu bisa melihat kesempatan dan harapan lebih bagi hidupnya,” pungkas Umi Aci.


Acara ini diselenggarakan melalui Aplikasi Zoom dan disiarkan langsung oleh channel YouTube Sanggar Prathivi. Hadir dalam kegiatan ini sejumlah narasumber lain, di antaranya perwakilan Rumah Belajar Pelangi Nusantara dari Jakarta, Yayasan Guardian Holy Angel Jakarta, serta SOS Desa Taruna Bali.


Kontributor: Afina Izzati
Editor : Musthofa Asrori

BNI Mobile