Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tangis Kinaah, Nenek Buta Saat Terima Bantuan dari LAZISNU Jatim

Tangis Kinaah, Nenek Buta Saat Terima Bantuan dari LAZISNU Jatim
Di rumahnya yang memperihatinkan, Kinaah menerima bantuan dari NU Care-LAZISNU Jatim. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Di rumahnya yang memperihatinkan, Kinaah menerima bantuan dari NU Care-LAZISNU Jatim. (Foto: NU Online/Rof Maulana)

Sampang, NU Online

Usia Kinaah separuh abad lebih dan kini hidup seorang diri di rumah yang tidak layak dihuni. Kediaman dia berada di Dusun Lambenah, Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sudah puluhan tahun nenek renta ini hidup sendiri. 

 

Tidak hanya itu, setiap kali hujan turun, Kinaah harus tingal di atas genangan air. Hal tersebut lantaran rumah yang ditempati bocor. Lantai rumah pun beralas tanah sehingga kalau basah lantai licin. 
“Saat kami mendatangi Kinaah, harus ekstra hati-hati sebab posisi lantai rumah licin usai hujan,” kata Zainuddin, Jumat (24/7).

 

Menurut Ketua NU Care Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Kabupaten  Sampang ini, Kinaah menatap hari tua di kediamannya. Masalah lain, yang bersangkutan tidak pernah berkeluarga hingga saat ini. Tak ada suami atau anak bisa membantunya berjalan. Apalagi untuk menopang hidup dan mengusir kesendirian. 

 

“Saya tidak pernah berkeluarga, mungkin karena saya buta sejak kecil tidak ada yang mau,” cerita Kinaah terkait kondisinya saat ini. 

 

Aktivitas sehari-hari hanya di sekitar rumah menemani saudaranya yang berjualan rujak. “Jadi, saudara saya ini yang membantu memberi makan. Meskipun hasil jualan rujaknya sebulan tidak sampai 150 ribu rupiah,” katanya.

 

Bahkan, Kinaah mengaku pernah tidak makan seharian lantaran tiada yang bisa disantap. Lalu bagaimana bantuan pemerintah? Dikatakan Kinaah bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan seperti BLT atau PKH kendati kondisinya memprihatinkan. 

 

“Tidak pernah ada bantuan buat saya. Saya tak bisa melihat dan sudah tua. Tak paham urusan bantuan itu,” ungkapnya.

 

Dengan berlinang air mata, Kinaah hanya menyerahkan nasib sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Saban hari, dia beribadah dan berdoa meminta keberkahan umur. Sembari menunggu siapa saja peduli terhadap nasib yang menimpanya.

 

NU Care LAZISNU Jawa Timur melalui NU Care LAZISNU Kabupaten Sampang memberikan bantuan berupa paket sembilan bahan pokok atau Sembako kepada Kinaah. 

 

“Bantuan paket Sembako yang diberikan PW NU Care LAZISNU Jatim ini sangat membantu kebutuhan dasar Kinaah. Ya meskipun bantuan diberikan kepada saudara yang merawatnya selama ini,” pungkas Zainuddin. 

 

Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile