Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pasangan Penghuni Gudang Angker Akhirnya Dinikahkan di Kantor Polisi

Pasangan Penghuni Gudang Angker Akhirnya Dinikahkan di Kantor Polisi
Prosesi ijab qabul pasangan Agus Prayitno dan Kecup Ani Noviyanti di Mapolsek Laweyan Surakarta (Rabu, 22 Juli 2020).
Prosesi ijab qabul pasangan Agus Prayitno dan Kecup Ani Noviyanti di Mapolsek Laweyan Surakarta (Rabu, 22 Juli 2020).

Surakarta, NU Online

Bertempat di Mapolsek Laweyan Surakarta (Rabu siang, 22 Juli) telah dilangsungkan prosesi pernikahan Agus Prayitno (35) dengan Kecup Ani Noviyanti (35). Pasangan yang sudah lima tahun hidup bersama tanpa ikatan resmi ini menghuni bersama anak-anaknya di gudang angker bekas pabrik es di Jalan Prof Soeharso, Jajar, Laweyan, Surakarta. Berita tentang Agus dan pasangannya telah viral beberapa waktu lalu di media sosial. 


Sebelumya Agus dan Noviyanti telah hidup bersama selama 10 tahun dan menurunkan empat orang anak. Anak pertama laki-laki (8 tahun); anak kedua laki-laki (7 tahun); anak ketiga meninggal dunia empat tahun lalu; dan anak keempat perempuan (1,5 tahun). Agus mengaku belum pernah secara resmi menikah karena alasan tak mau ribet dan tak punya biaya. 


Berbagai pihak di kota Surakarta merasa prihatin atas hubungan Agus Parayitno dan Kecup Ani Noviyanti yang tidak memiliki status kependudukan yang jelas karena tidak memiliki Buku Akte Nikah, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran bagi ketiga anak-anaknya.


Selain itu, tempat tinggal pasangan itu tidak layak huni karena hanya menempati ruangan berukuran satu meter persegi tanpa listrik maupun sumber air. Mereka mengaku terbiasa dengan gangguan makhluk halus maupun berbagai jenis ular berbisa.


Mereka hidup miskin dan sulit mendapatkan bantuan dari pemerintah karena masalah status kependudukan mereka. Sehari-hari Agus bekerja sebagai pembantu di salah satu warung wedangan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. 


Berangkat dari keprihatinan seperti itu dan demi masa depan anak-anaknya, Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono menggalang dukungan bantuan dari berbagai pihak. Dalam sambutannya mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai, AKP Ismanto Yuwono mengatakan bahwa resepsi pernikahan pasangan Agus dan Noviyanti merupakan hasil gotong rotong masyarakat dan pemerintah untuk membantu yang tidak mampu. 


Dari unsur pemeritah juga ada keterlibatan dari Camat Laweyan, Danramil Laweyan, Lurah Jajar, Lurah Kerten, dan Kepala KUA Laweyan dalam rangka membantu menyelesaikan data kependudukan keluarga pasangan dengan tiga anak itu. Acara resepsi pernikahan juga mendapat dukungan dari para pengusaha di wilayah Kecamatan Laweyan, seperti rumah makan, toko batik, hotel dan sebagainya.


H Mahmud selaku Kepala KUA Laweyan bertindak sebagai wali hakim karena wali dari pengantin perempuan tidak diketahui keberadaannya. Sebelum menikahkan Kecup Ani Noviyanti dengan Agus Prayitno, H Mahmud menuntun pasangan itu untuk membaca dua kalimat syahadat beberapa kali. Ijab qabul dengan menghadirkan dua saksi, yakni Kapolsek Laweyan dan Danramil Laweyan, Kapten Cba Kurdi. 


Sementara itu, KH Muhammad Halim, pengasuh Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta, dalam taushiyahnya di depan mempelai berdua dan para tamu undangan antara lain menyampaikan tiga pesan kepada pengantin baru itu sebagai berikut: 


Pertama, agar kedua mempelai itu memiliki niat yang banyak dan sebaik-baiknya untuk menyempurnakan ketakwaannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang takwa akan dicukupi rezekinya oleh Allah dan dilimpahi rahmat-Nya.


Kedua, agar kedua mempelai itu dapat menjaga shalatnya dengan baik dalam rangka bertakwa kepada Allah. 


Ketiga, agar kedua mempelai itu dapat saling menghargai dengan menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. 


Di akhir taushiyah KH Muhammad Halim secara khusus mendoakan semoga anak-anak yang lahir dari pasangan Agus – Noviyanti akan menjadi anak-anak yang bermanfaat baik bagi agama, negara, masyarakat dan keluarga. 


Acara resepsi ditutup dengan mengirab kedua mempelai dari Mapolsek Laweyan menuju Pendapa Kantor Kecamatan Laweyan yang berjarak hanya sekitar 150 meter. Kirab dipandu dengan tarian reog Ponorogo dari tim Reog Kelurahan Sriwedari. 


Sebelumnya ketika kedua mempelai itu keluar dari Mapolsek Laweyan menuju Pendapa Kantor Kecamatan Laweyan mereka disambut dengan pembacaan shalawat dan diiringi musik rebana dari beberapa santri. 


Dari Pendapa Kantor Kecamatan Laweyan, kedua mempelai diantar menuju Hotel Fave, di Jl Adisucipto, Laweyan, Surakarta dengan menggunakan mobil patroli Polresta Surakarta yang dihiasi bunga dan pita. Di hotel berbintang itu, mereka akan menginap sebagai hadiah. Selanjutnya mereka akan mengontrak rumah dengan mendapat dukungan dari para kerabatnya. 


Kontributor: Muhammad Ishom
Editor: Mahbib Khoiron

 

BNI Mobile