Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Aktivis PMII di Ciputat Dorong Mahasiswa Baru Asah Kemampuan Menulis

Aktivis PMII di Ciputat Dorong Mahasiswa Baru Asah Kemampuan Menulis
Ilustri logo PMII Komfuspertum Cabang Ciputat. (Foto: Istimewa)
Ilustri logo PMII Komfuspertum Cabang Ciputat. (Foto: Istimewa)

Tangerang Selatan, NU Online
Ciri khas mahasiswa adalah gemar diskusi dan pandai menulis. Oleh karena itu, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat membuka kelas menulis. 


Hal tersebut dikatakan Ketua PMII Komfuspertum Cabang Ciputat, Agung Abdi Negara, kepada NU Online usai pembukaan kegiatan melalui aplikasi Zoom Meeting, Jumat (24/7). Kelas menulis ini bertema ‘Read Knows History, Write Makes History’.


“Sebenarnya ciri khas mahasiswa, khususnya PMII, itu diskusi dan menulis. Jadi, diadakannya kegiatan ini tak lain adalah untuk mendorong para mahasiswa baru terutama anggota PMII Komfuspertum untuk senantiasa mengasah kemampuan menulis. Ini menjadi keharusan bagi mahasiswa,” ujarnya.


Menurut dia, kelas menulis dibuat virtual karena melihat kondisi darurat Covid-19. Meski masih berada di tengah situasi pandemi yang memprihatinkan, tidak sedikitpun mengurangi antusiasme aktivis PMII Komfuspertum UIN Ciputat dalam melaksanakan berbagai kegiatan. 


“Salah satunya adalah pelatihan menulis virtual yang akan berlangsung selama lima kali. Kegiatan ini diikuti oleh 24 mahasiswa lintas fakultas. Tujuh di antaranya merupakan Calon Mahasiswa Baru (Camaba). Saya sangat mengapresiasi para panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan maksimal,” tuturnya. 

 

 

Dalam pembukaan, Wakil Ketua Ikatan Keluaraga Alumni (IKA) PMII Komfuspertum Arif Rahman mengungkapkan bahwa sejatinya kita hidup karena sejarah. Salah satu bukti konkrit sejarah adalah tulisan-tulisan kita.


“Tidak ada tulisan yang buruk. Semua tulisan menggambarkan diri kita. Bagaimanapun orang menilainya, begitulah diri kita. Semoga pelatihan ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua," ujarnya.


Dihubungi terpisah, Hilya, salah seorang peserta, mengungkapkan ketertarikannya terhadap kegiatan ini. Ia sebelumnya telah menyukai dunia tulis-menulis. Kini, dirinya ingin lebih mendalami lagi.


“Sebelumnya aku suka nulis, dan pengen banget dapet ilmu lebih tentang dunia kepenulisan itu. Alhamdulillah, PMII Komfuspertum ngadain kelas menulis virtual. Setelah aku baca-baca garis besar acaranya, aku ngerasa cocok dan akhirnya aku putusin buat join,” ujarnya kepada NU Online, Jumat (24/7).


Hilya berharap, ia dan peserta lainnya mendapat tambahan ilmu dan kemahiran serta mampu melahirkan tulisan-tulisan berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang. “Di kelas ini juga, semoga bisa dapat relasi yang menyenangkan dan bisa saling menyemangati," tandasnya.


Pelatihan menulis virtual tersebut yang dimoderatori Mumtazatul Kamilah ini akan diisi beberapa narasumber. Yaitu, Muhammad Yaufi (penulis lepas), M Alfin Nor Choironi (redaktur Islami.co dan kolumnis NU Online), Aep Johan (pemred ngopi.id), dan Laelatin Nafi'ah (kontributor Gen Sindo). Pelatihan ini dijadwalkan selama lima kali, 24-26 Juli dan 1-2 Agustus 2020.

 
Kontributor: Vinanda Febriani
Editor: Musthofa Asrori 

BNI Mobile