Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ratusan Relawan Pandu Jamaah Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar

Ratusan Relawan Pandu Jamaah Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar
Pengambilan id-card bagi calon jamaah shalat Idul Adha di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Pengambilan id-card bagi calon jamaah shalat Idul Adha di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. (Foto: NU Online/Rof Maulana)

Surabaya, NU Online 

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya akan menggelar Shalat Idul Adha 1441 H di tengah masa pandemi Covid-19. Meski begitu, penerapan protokol kesehatan akan diterapkan dengan begitu ketat. Untuk mengantisipasi lonjakan jamaah, takmir menerapkan sistem pendaftaran. Ratusan relawan juga siap memandu jamaah.

 

“Kapasitas Masjid Al-Akbar mencapai 40 ribu jamaah. Karena dalam penerapan protokol kesehatan salah satunya adalah physical distancing, maka kami membatasi jamaah Shalat Idul Adha menjadi lima ribu jamaah,” kata H Helmy M Noor, Ahad (26/7). 

 

Karenanya, untuk mengantisipasi lonjakan waktu pelaksanaan shalat Id, maka takmir membuka pendaftaran secara online melalui website masjidalakbar.or.id. Mereka yang terdaftar dan terkonfirmasi, akan memiliki id-card khusus yang harus dibawa saat ke masjid.

 

Setelah mendaftarkan diri melalui website, maka masjid melakukan verifikasi dan diumumkan juga melalui website resmi Masjid Al Akbar. Bagi namanya yang terverifikasi, maka dapat mengambil id-card yang dibedakan antara jamaah laki-laki dan perempuan. 

 

“Pengambilan id-card tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelas Helmy. 

Nantinya, calon jamaah Shalat Idul Adha, juga tetap melaksanakan protokol kesehatan. Dari mulai menggunakan masker dan tertib mengikuti aturan yang ditetapkan masjid, seperti cek suhu kesehatan, cuci tangan dan seterusnya. 

 

“Alhamdulillah, para calon jamaah tertib saat mengambil id-card yang sudah ada nama, foto dan nomer induk KTP-nya,” ungkap Helmy. 

 

Untuk mempermudah calon jamaah, Helmy menjelaskan untuk id-card jamaah perempuan ada di lantai 1. Mereka masuk dalam masjid melalui pintu nomor 1 - 5, pintu nomor 10 - 15 dan 21 - 22. Sedangkan jamaah laki-laki lantai 1 dengan id-card berwarna hijau masuk dalam masjid melalui pintu nomor 23 – 24, 30 – 35 dan 40 – 45.

 

Kapasitas lima ribu jamaah itu termasuk lantai dua. Bagi jamaah yang mendapatkan id-card warna merah, maka harus masuk ke area shalat melalui tangga manual gedung Al-Marwah dekat air mancur. Hal yang sama juga berlaku bagi jamaah pria yang mendapatkan id-card warna biru. Maka shalatnya berada di lantai dua masuk melalui tangga manual gedung As-Shofa dekat air mancur.

 

Untuk menjaga physical distancing, maka jamaah harus gunakan tempat shalat berstiker shaf yang tertempel di lantai. Dan untuk memberikan pelayanan terbaik, Masjid Al-Akbar menyiapkan 190 relawan yang tersebar di area luar dan dalam masjid. 

 

“Untuk menghindari kerumunan, kami menyiapkan sepuluh meja pengambilan Id-card yang berada di serambi masjid sisi timur dekat air mancur,” urainya.

 

Sejumlah jamaah yang ditemui saat pengambilan id-card merasa tenang melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 H dengan penerapan protokol kesahatan yang diterapkan pihak masjid. 

 

“Alhamdulillah dengan penerapan protokol kesehatan ibadah bisa tenang. Dengan pembatasan hanya lima ribu jamaah bisa menerapkan physical distancing,” ungkap Singgih saat mengambil id-card. 

 

Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile