Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Jamaah Tiba di Makkah untuk Melaksanakan ‘Haji Terbatas’ 2020

Jamaah Tiba di Makkah untuk Melaksanakan ‘Haji Terbatas’ 2020
Tenaga medis Saudi menunggu kedatangan kelompok pertama jamaah haji di Bandara Jeddah. (Foto: AFP)
Tenaga medis Saudi menunggu kedatangan kelompok pertama jamaah haji di Bandara Jeddah. (Foto: AFP)

Makkah, NU Online
Para jamaah mulai tiba di Kota Makkah untuk melaksanakan ibadah haji 2020, Ahad (26/7). Setelah menyelesaikan prosedur kedatangan, mereka dibawa ke tempat akomodasi dengan diawasi oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Mereka akan tinggal di sana sebelum menjalankan ibadah haji yang akan dimulai pada 30 Juli mendatang.


Para jamaah menyambut haji tahun 2020 ini dengan penuh kegembiraan. Pasalnya, jamaah haji tahun ini dibatasi dan hanya akan diikuti oleh seribu—ada yang menyebut 10 ribu- karena adanya pandemi virus corona (Covid-19). Mereka semua tinggal di dalam wilayah Kerajaan: 700 jamaah adalah ekspatriat, dan sisanya adalah warga Arab Saudi.


Seorang ekspatriat Bulgari, Khadija, mengaku sampai meneteskan air mata bahagia ketika mendengar bahwa dirinya diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji 2020. Karena dia tidak menyangka dirinya akan diterima otoritas terkait untuk mengikuti haji tahun ini.


“Saya tidak menyangka mereka akan menerima. Saya yakin haji tahun ini akan akan luar biasa dalam segala hal,” katanya, dilansir laman Arab News, Ahad (26/7).


 Hal yang sama juga dialami oleh seorang dokter Tunisia yang tinggal di Qassim, Arab Saudi, Haifa Yousef Hamdoon. Dia juga tidak menduga bahwa dirinya akan diterima, mengingat kuota haji tahun ini begitu terbatas.


“Ketika saya menerima konfirmasi permintaan saya, saya sangat senang dan tidak bisa mempercayainya,” ungkapnya. 


Sementara seorang ekspatriat asal Uni Emirat Arab, Abdullah al-Kathiri, yakin bahwa haji tahun akan memberikan pengalaman yang hebat. Sebetulnya, dia hendak melaksanakan ibadah haji pada tahun lalu. Namun dia kemudian menundanya karena waktunya berbarengan dengan rencana pernikahannya. Hingga akhirnya dia terpilih untuk mengikuti haji dengan jamaah terbatas tahun ini.


“Saya telah mendengar dari orang yang sudah melaksanakan haji dalam beberapa tahun terakhir, bahwa proses haji selalu berjalan lancar meskipun dengan jumlah besar. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana haji dengan jamaah terbatas. Tentunya ini akan menjadi pengalaman yang hebat,” jelasnya. Untuk diketahui, tahun lalu haji diikuti oleh 2,5 juta Muslim dari seluruh penjuru dunia.


Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammed Benten, menjelaskan bahwa status kesehatan jamaah adalah kriteria utama yang digunakan dalam memilih siapa yang akan diizinkan untuk berpartisipasi pada haji tahun ini. Diberitakan kantor berita Saudi, SPA, Sabtu (25/7), dia menegaskan bahwa proses seleksi calon jamaah haji dilaksanakan secara transparan dan berfokus pada kesejahteraan mereka.


Sebelumnya, pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi memutuskan untuk membatasi jamaah haji tahun ini karena pandemi Covid-19. Calon jamaah—baik warga Saudi maupun warga negara lainnya (ekspatriat)- harus tinggal di wilayah Kerajaan, berusia di bawah 65 tahun, mengikuti tes Covid-19, dan menjalani karantina sebelum pelaksanaan haji.


“Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dilaksanakan dengan cara yang aman dari perspektif kesehatan. Juga mengamati semua langkah-langkah pencegahan dan protokol jarak sosial yang diperlukan,” kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi dalam sebuah pernyataannya.


Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile