Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Fatayat Majalengka Sebut Kunci Keberhasilan Pendidikan Anak di Ibu

Fatayat Majalengka Sebut Kunci Keberhasilan Pendidikan Anak di Ibu
Ketua PC Fatayat NU Majalengka Hj Upik Ropiqoh (berdiri) dalam seminar pemberdayaan perempuan (Foto: NU Online/Tata Irawan)
Ketua PC Fatayat NU Majalengka Hj Upik Ropiqoh (berdiri) dalam seminar pemberdayaan perempuan (Foto: NU Online/Tata Irawan)

Majalengka, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Hj Upik Ropiqoh mengatakan, kunci keberhasilan pendidikan pada anak terletak pada ibu di rumah.

 

"Ini yang sering tidak disadari para orang tua bahwa keberhasilan pendidikan anak ada pada sekolah dan guru, padahal tidak demikian," ujarnya.

 

Demikian disampaikan dalam seminar penguatan peran perempuan sebagai ibu dalam pengasuhan anak di era new nornal dalam mensukseskan Belajar dari Rumah (BDR) yang digelar oleh Fatayat NU Majalengka pada Ahad (26/7) di Pesantren Al-Buchori, Garawangi, Sumberjaya, Majalengka. 

 

Dikatakan, pandemi Covid-19 satu pihak harusnya disyukuri karena telah menyadarkan kita sebagai ibu rumah tangga untuk memberikan pendidikan kepada anak. Di tengah era New Normal ini peran perempuan sangat penting, khususnya dalam mengawal pola asuh anak dalam mensukseskan 'Belajar dari Rumah' (BDR). 

 

"Kuncinya ada di kita para ibu dalam mengoptimalkan pendidikan dan pengasuhan anak selama di rumah," ungkapnya.

 

Saat ini, di era new normal dalam mensukseskan pendidikan anak, para ibu dituntut lebih kreatif dan inovatif menerapkan kiat-kiat khusus dan tentu harus memiliki ekstra kesabaran psikis yang tinggi. 

 

"Melalui seminar ini, diharapkan para ibu penggiat Fatayat NU memiliki perspektif, cara, dan pola asuh anak yang baru sehingga anak betul-betul bisa terbimbing dengan baik selama di rumah," papar Hj Upik. 

 

Pembina parenting IAIN Syekh Nurdjati Cirebon Suzana menegaskan bahwa orang tua harus memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya, karena anak usia dini  adalah peniru yang ulung. 

 

"Anak akan belajar melalui tahapan imitasi yaitu meniru. Apa yang dilihat dan didengar anak akan ditiru oleh anak. Jadi orang tua harus lebih berhati-hati dalam perilaku maupun perkataan," tegasnya.  

 

Oleh karena itu lanjutnya, parenting education adalah metode yang tepat bagi  orang tua dalam pembentukan karakter anak. Parenting di sini menurutnya, bukan hanya sekedar mengasuh anak, namun orang tua harus mendidik, membimbing, dan melindungi setiap perkembangan anak. 

 

"Manfaat yang diperoleh dari parenting education yaitu menambah wawasan dan pengetahuan orang tua dalam hal pengasuhan anak sesuai dengan usia, karakter, dan perkembangannya," paparnya.

 

Anggota DPR-RI KH Maman Imanulhaq menegaskan bahwa perempuan dalam perannya sebagai ibu merupakan pendidik pertama dan utama di dalam keluarga. Karena itu di era new normal ini posisi perempuan ini sangat penting, khususnya dalam hal pengasuhan dan pendidikan anak selama di rumah. 

 

"Peran-peran perempuan yang strategis ini harus terus didorong baik di wilayah publik dalam peran-peran sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lain-lain, maupun di wilayah domestik sebagai ibu yang tidak kalah pentingnya," tegas Pengasuh Pesantren Al-Mizan ini. 

 

Ketua Program Pemberdayaan Perempuan PC Fatayat NU Majalengka Yoyoh Badriyah kepada NU Online Senin (27/1) menyebutkan jika progam seminar kali ini adalah realisasi dari program bidang yang dipimpinnya. 

 

"Mengingat di era pandemi, peserta seminar kali ini kita batasi. Panitia juga menerapkan protokoler kesehatan yang ketat seperti peserta wajib bermasker, jaga jarak,  dan lain-lain," pungkasnya.

 

Kontributor: Tata Irawan
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile