Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Saatnya Para Gus Berkiprah Lebih Luas di Berbagai Bidang

Saatnya Para Gus Berkiprah Lebih Luas di Berbagai Bidang
Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid. (Foto: Istimewa)
Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid. (Foto: Istimewa)

Tanggamus, NU Online
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid menilai para putra kiai (Gus) memiliki posisi strategis untuk berkiprah lebih luas di berbagai bidang. Bukan hanya di pesantrennya, para gus juga harus mampu mewarnai berbagai sektor kehidupan untuk memberikan kemaslahatan lebih luas.


"Para putra kiai harus tampil lebih luas di era saat ini. Selain menjadi sosok tauladan santri di pesantrennya, sudah saatnya para 'gus' lebih melebarkan kiprahnya untuk kemaslahatan umat yang lebih luas. Di semua bidang, baik politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya," katanya kepada NU Online saat kunjungan kerjanya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di Kabupaten Tanggamus.


Menurut Kiai Khairuddin, dengan posisi yang memang memiliki pengaruh kuat serta menjadi tauladan bagi para santrinya, para gus harus mampu memasukkan nilai-nilai agamis di berbagai sektor kehidupan. Dengan hal ini, diharapkan kehidupan masyarakat akan mampu berjalan sesuai koridor agama sehingga bisa lebih terarah.


Kiprah di berbagai lini kehidupan juga harus dimaksimalkan oleh para gus dengan menjadi penentu kebijakan. Bukan hanya mengikuti arus seperti Anak Buah Kapal (ABK), para gus harus mampu mengendalikan arus dengan menjadi nahkoda
 

Apalagi dalam dunia birokrasi pemerintahan saat ini, potensi dan posisi para gus menurut Kiai Khairuddin harus didistribusikan secara maksimal, bisa melalui lini politik ataupun pendidikan. Dengan adanya mereka dalam birokrasi, diharapkan muncul sosok santri yang mampu lebih menguatkan sisi agama. Peran para birokrat yang memiliki basis ilmu agama tentunya akan mampu lebih mengarahkan kebijakan yang humanis dan religius.


Ia memberi contoh, banyak gus di pulau Jawa yang saat ini sudah mulai menunjukkan kiprahnya dengan menjadi pemimpin daerah. Hal ini juga sudah ditunjukkan oleh beberapa kader NU di Provinsi Lampung di antaranya Wakil Bupati Tanggamus H AM Syafi’i.


Saat kunjungan dalam rangka pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus ini, ia menyapa Wabup Tanggamus dengan panggilan ‘Gus’ (panggilan khusus para putra kiai NU). “Yang kami hormati Gus Syafi’i, Wakil Bupati Tanggamus,” kata Kiai Khairuddin yang disambut tepuk tangan oleh yang hadir di tempat tersebut, Selasa (28/7).


Panggilan Gus yang disematkan Ketum MUI Lampung ini bukan tanpa alasan. Hal ini sebagai bukti penghormatannya pada sosok Wabup yang juga putra seorang kiai di Kecamatan Sumberejo ini. H Syafi’i yang memiliki nama panggilan Iwik ini juga seorang aktivis NU dan pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tanggamus. 


Ia merupakan putra ragil (terakhir) di keluarganya yang mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan Al Falah di Desa Margodadi, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus.


Dari semua saudaranya, hanya Gus Iwik yang ikut terjun ke dunia politik. Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta ini tercatat sudah beberapa kali menjadi anggota DPRD Tanggamus dan pada periode ini terpilih menjadi Wakil Bupati Tanggamus berpasangan dengan Hj Dewi Handajani.


Menurut Kiai Khairuddin, Gus Iwik yang sudah lama berkiprah di dunia politik, mampu mewarnai pola perpolitikan dan birokrasi di Kabupaten Tanggamus. Ia berharap Gus Iwik mampu menginspirasi para “gus-gus” lainnya untuk ikut berperan aktif dan menjadi bagian penentu kebijakan dalam pembangunan daerah.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile