Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berurai Air Mata, Ety TKI yang Lolos Hukuman Mati Saudi Berterima Kasih ke PBNU

Berurai Air Mata, Ety TKI yang Lolos Hukuman Mati Saudi Berterima Kasih ke PBNU
Ety Toyib saat sowan ke PBNU bersama keluarga. (Foto: NU Online/Abdul Rahman Andori)
Ety Toyib saat sowan ke PBNU bersama keluarga. (Foto: NU Online/Abdul Rahman Andori)

Jakarta, NU Online

Ety binti Toyyib, salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terbebas hukuman mati di Arab Saudi sowan ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis (30/7). 


Setibanya Ety di Gedung PBNU, suasana haru langsung menyelimuti pertemuan tersebut. Ety yang didampingi putra sulungnya dan tim dari BP2MI RI mengungkapkan rasa syukur atas tebusan yang dilakukan PBNU terhadap dirinya.


Sambil berurai air mata, Ety mengucapkan terimakasih atas semua bantuan yang telah digalang oleh NU Care-LAZISNU selama 4 bulan lebih. Terutama Ety mengungkapkan terima kasih tak terhingga kepada santri, para pengusaha NU, warga NU yang menjabat di pemerintahan, pengurus PKB dan warga NU lain yang telah bergotong royong menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membebaskan dia dari jeratan hukuman mati.


"Terima kasih atas dukungannya. Mudah-mudahan Allah SWT membalas kebaikan semuanya," kata Ety di hadapan jajaran pengurus harian PBNU.


Ety Difitnah


Ety mengklarifikasi informasi yang beredar secara sepihak bahwa apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak benar. Ety mengaku difitnah oleh pihak majikan sehingga mengakibatkan berhadapan dengan hukum dan diamankan oleh Kepolisian Kerajaan Arab Saudi.


"Saya gak melakukan. Saya hanya difitnah. Semoga ada hikmahnya," tuturnya.


Untuk diketahui, setelah melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus harian PBNU, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan NU Care-LAZISNU langsung menyerahkan Ety binti Toyib Anwar kepada pihak keluarga di Majalengka, Jawa Barat.


Ety merupakan Warga Kampung Cikareo, Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Majalengka, Jawa Barat yang divonis hukuman mati di Arab Saudi sejak 2001 silam. Berkat bantuan NU-Care LAZISNU yang diperoleh dari para donatur, Ety terbebas dari hukuman mati dan telah dipulangkan ke Indonesia sejak beberapa pekan yang lalu.


Kini, Ety bisa menghirup udara bebas dan akan bersatu kembali bersama keluarganya.


Turut hadir pada pertemuan itu  Bendum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua NU Care-LAZISNU H Achmad Sudrajat.


Sebagai catatan, Eti binti Toyib  terjerat kasus hukum di Arab Saudi dinyatakan resmi bebas dari hukuman mati di Arab Saudi setelah mampu membayar diyat (denda) sebesar Rp15, 5 miliar. Sebanyak 80 persen denda tersebut dibantu Nahdlatul Ulama yang diupayakan NU Care LAZISNU.


Achmad Sudrajat menuturkan, untuk mendapatkan uang sebesar itu, LAZISNU selama tujuh sampai delapan bulan berusaha menemui banyak kalangan, mulai dari para kiai, santri, pejabat, pengusaha, dan masyarakat umum. 


“Komunikasi ini kita bangun dengan berbagai jejaring dan terutama komunitas NU dan lembaga-lembaga yang tertarik kepada program kemanusiaan. Kita mendatangi anggota MPR, Kemnaker, untuk menggalang sekuat kemampuan kita untuk jumlah yang ditentukan. Setelah tidak sampai, kita  hanya mampu 80 persen, kita serahkan ke pemerintah," ujarnya.


Dia menambahkan, kala itu antusias santri, kiai, dan warga NU untuk membantu Eti ketika LAZISNU datang ke pesantren-pesantren di Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten sangat tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan menyumbang uang dalam bentuk kontan dan kiriman melalui rekening.  


Motivasi mereka bergotong-royong membantu nyawa Ety merupakan ekspresi dari menjalankan ajaran Islam. Di dalam Al-Qur’an misalnya dinyatakan, menyelamatkan nyawa satu orang sama artinya dengan menyelamatkan seluruh orang. 


“NU identik dengan masyarakat kaum bawah. Ketika salah seorang saudaranya tak mampu dengan apa yang dibutuhkan, maka kewajiban NU membantunya sebagai bagian dari masyarakat NU. Yang pasti dia (Eti) orang desa yang yang mencari peruntungan nasib di Arab Saudi,” jelasnya. 


Sampai berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengikuti pertemuan itu secara virtual karena ada urusan mendadak.


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile