Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tinggalkan Kantong Plastik saat Distribusikan Daging Kurban

Tinggalkan Kantong Plastik saat Distribusikan Daging Kurban
Khotimah memperlihatkan besek buatannya. (Foto: NU Online/Syarif Abdurrahman)
Khotimah memperlihatkan besek buatannya. (Foto: NU Online/Syarif Abdurrahman)
Jombang, NU Online 
Prihatin dengan semakin banyaknya sampah plastik, salah seorang kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Khotimah meminta panitia hewan kurban tidak menggunakan plastik dalam pembagian daging ke masyarakat.
 
 
"Menjelang Idul Adha, semoga panitia kurban tidak menggunakan kantong plastik nanti. Sampah plastik sangat memprihatinkan," katanya, Kamis (30/7). 
 
 
Menurutnya, sampah plastik sangat berbahaya. Kantong plastik dipakai hanya sebentar namun dampaknya cukup besar. Apalagi jika sampah dibakar, bisa menyebabkan kanker dan sesak nafas.
 
 
Pembakaran sampah plastik, mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Sebab hasil pembakaran sampah itu akan menghasilkan dioksin, senyawa kimia yang bisa berdampak buruk bagi manusia.
 
 
"Alternatifnya bisa menggunakan besek bambu, daun jati, dan daun pisang," imbuhnya.
 
 
Perempuan yang juga aktif di Perkumpulan Sanggar Hijau Indonesia ini mengatakan pihaknya pada Idul Adha kali ini juga melakukan gerakan nyata dengan membagikan besek ke sejumlah masjid di Kabupaten Jombang.
 
 
Hal ini dikarenakan kebutuhan besek yang sangat besar dari pengelola kurban. Ia memperkirakan, seekor sapi membutuhkan kurang lebih 150 besek dan satu kambing butuh 25 besek.
 
 
Jika saja satu masjid menyembelih 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing maka membutuhkan 875 besek. Diperkirakan bila satu kota/kabupaten memiliki 5.000 masjid maka membutuhkan 4.374.000 besek.
 
 
"Besek bambu ramah lingkungan. Terurai dalam waktu 5-7 bulan di dalam tanah. Sedangkan kantong plastik membutuhkan ratusan sampai ribuan tahun untuk terurai dalam tanah," ungkapnya.
 
 
Sementara itu, pemilik Sanggar Hijau Indonesia Jombang Santi Ramadhani menjelaskan untuk membantu stok besek bambu bagi panitia kurban pihaknya akan membagikan ribuan besek gratis.
 
 
Besek tersebut berasal dari gerakan patungan besek, supaya panitia kurban dapat berbagi daging kurban tahun ini tanpa plastik. Diharapkan semakin banyak masjid yang dapat membagikan kurban menggunakan besek dan Idul Adha menjadi berkah bagi semua orang dan bumi.
 
 
"Kita mengajak distribusi Rp21 ribu untuk beli besek, 10 kantong plastik diganti 10 besek bambu. Satu besek harganya Rp2000 dan kertas himbauan Rp1000 rupiah," ujar Santi.
 
 
Ia menegaskan, Perkumpulan Sanggar Hijau Indonesia dalam gerakan ini hanya mengkoordinir dan bagian distribusi kepada panitia kurban di Kabupaten Jombang. 
 
 
Sanggar Hijau tidak mengambil keuntungan dari patungan besek dan tidak juga menjual besek. Mereka hanya menerima donasi untuk disalurkan pada masjid yang sudah terdaftar dalam program patungan besek.
 
 
"Gerakan ini membantu panitia kurban dan pengerajin besek di plosok-plosok desa. Kita hanya menfasilitasi donatur," tandas Santi.
 
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile