IDUL ADHA

Ketua Masjid Agung Brebes: Ibadah Kurban, Bukan Sekadar Menyembelih

Para jamaah sholat Idul Adha di Masjid Agung Brebes meluber hingga alun-alun. (Foto: NU Online/Wasdiun)
Para jamaah sholat Idul Adha di Masjid Agung Brebes meluber hingga alun-alun. (Foto: NU Online/Wasdiun)
Para jamaah sholat Idul Adha di Masjid Agung Brebes meluber hingga alun-alun. (Foto: NU Online/Wasdiun)

Brebes, NU Online
Perintah berkurban di Hari Raya Idul Adha bukanlah perintah untuk sekadar menyembelih. Selain perintah yang disyariatkan, amaliyah berkurban juga yang paling disukai Allah SWT.


“Tiada suatu amal yang paling bagus di mata Allah, selain menyembelih qurban. Darah yang mengalir akan diterima Allah sebelum jatuh ke tanah.” Demikian antara lain isi khutbah Idul Adha yang disampaikan Ketua Yayasan Masjid Agung Brebes KH Zaerukhi Al Hafidz, Jumat (31/7).


Kiai Zaerukhi mengatakan, perintah berkurban ada sejak Nabi Adam AS yang digambarkan bahwa qurban dari Qabil tidak diterima akibat adanya tendensi tertentu.


“Sebab, hanya yang dilandasi ketakwaan seseorang dalam berkurban yang diterima Allah SWT. Secara tegas, perintah berkurban sejak zaman kenabian Ibrahim AS yang dikisahkan terjadinya pergolakan iman antara Bapak dan anak yang dicintainya Ismail. Cinta nabi Ibrahim begitu kuat kepada Ismail,” ujarnya.


Untung saja, lanjut Kiai Zaerukhi, Ibrahim mempunyai anak yang shaleh bernama Ismail. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada sang ayahanda.


"Wahai bapakku, kerjakan apa yang diperintahkan Allah, semoga mendapat kesabaran. Malaikat Jibril pun datang dan menyampaikan pesan dari Allah agar menangguhkan penyembelihan Ismail, lalu diganti dengan domba," ujarnya.


Khatib menjelaskan, bahwa pergulatan cinta dan kasih sayang antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terjadi. Cinta mereka kepada Allah pun semakin menebal.


Sesuai protokol kesehatan
Pantauan NU Online, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti bersama suami serta jajaran forkopimda dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Brebes dan ribuan masyarakat melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Brebes, Jumat (31/7).


Jamaah yang meluber hingga ke alun-alun harus melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan seperti cuci tangan sebelum memasuki masjid, pengukuran suhu badan dan diwajibkan memakai masker.


Dalam sambutannya, Bupati Idza menyampaikan, atas nama Pemkab Brebes mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus Masjid Agung yang pada tahun ini berinisiatif penyelenggaraan sholat Idul Adha 1441 Hdi masa Pandemi Covid-19.


"Biasanya, sholat Id diprakarsai oleh Pemkab. Akan tetapi, tahun ini pengurus Masjid Agung Brebes mandiri," ucap Bupati penuh semangat. Idza juga memuji penyelenggaraan, karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.


Momentum Idul Adha 1441 H, lanjut dia, yang masih prihatin kita patut meneladani perilaku Nabi Ibrahim AS dengan merefleksikan nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan. Bagi yang diberi kelebihan harta, korbankanlah sebagian hartanya untuk membantu fakir miskin. Bagi warga yang sedang kesulitan ekonomi, jaga kesabaran sambil tetap ikhtiar dan berdoa.


"Sikap taat dan sabar dalam suasana pandemi virus Corona, sangat dibutuhkan juga dari semua unsur masyarakat. Utamanya dalam mematuhi protokol kesehatan," tandas Idza.


Kontributor: Wasdiun​​​​​​
Editor: Musthofa Asrori
 

BNI Mobile