Rintis Kelompok Usaha Bersama, LPPNU Bojonegoro Kembangkan Pertanian

Rintis Kelompok Usaha Bersama, LPPNU Bojonegoro Kembangkan Pertanian
LPPNU Ngraho, Bojonegoro kembangkan pertanian dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUB) Foto: NU Online/M Yazid)
LPPNU Ngraho, Bojonegoro kembangkan pertanian dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUB) Foto: NU Online/M Yazid)

Bojonegoro, NU Online
Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merintis Kegiatan Usaha Bersama (KUB) di bidang pertanian. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan potensi lokal yang ada di daerah setempat, dengan mengembangkan pertanian organik.

 

Ketua LPPNU Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur Ahmad Sholihin Arinil Haq mengatakan, kegiatan KUB dibangun dengan tujuan untuk mendampingi petani NU agar bisa mandiri. 

 

"Salah satunya adalah peningkatan SDM petani agar mereka mampu mengaplikasikan teknologi budidaya pertanian sesuai anjuran agar hasil panen meningkat. Ini sangat penting buat petani agar tingkat ekonomi juga meningkat," jelasnya kepada NU Online, Sabtu (1/8).

 

Petani yang akrab dipanggil Sholihin menuturkan, KUB yang dirintis bersama pengurus LPPNU Ngraho saat ini sudah memproduksi pupuk organik cair (POC), dari urine kelinci yang digunakan untuk kalangan sendiri. Bahkan sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya dengan produsen benih nasional untuk pembenihan bayam merah, jagung, dan padi.

 

"Selain itu juga mengandeng pabrikan pestisida dan pupuk untuk memberi penyuluhan teknik pertanian kepada anggota KUB dan demontrasi plot (demplot)," tuturnya.

 

Sholihin berharap kegiatan ini bisa menarik perhatian petani milenial NU dan sarjana lulusan pertanian, sehingga bisa ikut andil dalam pembangunan pertanian di Bojonegoro pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

"Saat ini banyak pemuda yang menjauh dari sawah dan menganggap sektor pertanian tidak menarik lagi. Merubah pola pikir dan kebiasaan memang tidak mudah, ini sebagai tantangan kawan-kawan LPPNU Ngraho,"sambung Pengasuh Pesantren Soko Tunggal Tanbihul Ghofilin Desa Kalirejo, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur.

 

Bahkan adanya kegiatan usaha bersama LPPNU Ngraho menarik perhatian Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bojonegoro, H Zaenal Fanani.

 

"Kedatangannya kemarin mengunjungi kebun pembenihan bayam merah. Ini menjadi suntikan semangat kami untuk lebih giat mendampingi petani. Ia berpesan kepada kami agar KUB LPPNU merintis industri pertanian atau mengolah hasil pertanian baru dijual kepada konsumen," imbuhnya.

 

Rencana Sholihin bersama pengurus utamanya para petani lainya ke depan akan mendirikan PMartNU (Petani Mart NU) yang bergerak di bidang jual beli hasil pertanian. 

 

"Termasuk menjual sarana produksi pertanian yakni pestisida, pupuk, alat perlengkapan pertanian, dan tempat pelatihan petani milenial," pungkasnya.

 

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bojonegoro, H Zaenal Fanani.mendukung penuh upaya yang dilakkukan LPPNU Nraho. Pasalnya, upaya yang telah dilakukan terbukti dapat meningkatkan hasil pertanian.

 

Pemda Bojonegoro melalui Dinas Pertanian akan selalu mensupport kegiatan peningatan hasil pertanian, termasuk yang sedang dilakukan LPPNU Ngraho ini," ucapnya.

 

Kontributor: M Yazid
Editor: Abdul Muiz
 

BNI Mobile