Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tak Dijenguk Orang Tua, Banyak Teman Jadi Semangat Santri Baru

Tak Dijenguk Orang Tua, Banyak Teman Jadi Semangat Santri Baru
Salah seorang santri Pondok KHAS Kempek Cirebon yang merayakan Idul Adha di pesantren. (Foto: NU Online/Syakir)
Salah seorang santri Pondok KHAS Kempek Cirebon yang merayakan Idul Adha di pesantren. (Foto: NU Online/Syakir)

Cirebon, NU Online
Hari Raya Idul Adha 1441 H di pondok pesantren menjadi pengalaman yang menyedihkan bagi para santri baru. Pasalnya, mereka tak bisa merayakannya bersama keluarga. Apalagi pondok masih menutup akses dari luar, meminta orang tua dan keluarga untuk tidak menjenguk anaknya.


Hal itu dirasakan betul oleh Rifal Syafiq Alam, Ahmad Ulil Abshar, Alfaizar Zulfi Nugraha, dan Alif Rafi Fairuz. Santri-santri Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon itu sudah satu bulan di pondok dan belum bisa lagi bertemu dengan orang tua.


"Baru sebulan. Gak dijenguk sama sekali. Idul Adha menyedihkan," kata Izar kepada NU Online pada Sabtu (1/8).


Meskipun demikian, mereka tetap semangat mengaji dan belajar secara penuh. Pasalnya, mereka tidak merasakannya sendiri. Rekan-rekannya juga mengalami hal yang sama sehingga bermain bersama cukup membuat gairah mengaji sekaligus menutup ruang sedih.


Para santri dari berbagai daerah itu pun mengaku betah dengan suasana pondok yang demikian akrab.


Mereka merasa bukan suatu masalah pada hari-hari dekat ini tidak mendapat jengukan orang tua. Toh, kondisi pandemi juga cukup mengkhawatirkan sehingga hasrat ingin bertemu perlu ditahan.


"Ya sudah nanti aja. Mulud (bulan keempat Hijriyah). Pas liburan," kata Rifal menirukan jawaban orang tuanya saat meminta mereka untuk menahan agar tidak menjenguknya.


Soimin, salah seorang pengurus asrama, mengaku baru sekali merayakan Idul Adha di rumah semenjak enam tahun mengaji dan belajar di pondok. Biasanya, ia bisa bersalam-salaman dengan seluruh kiai. Namun, kondisi pandemi seperti ini membuat tradisi tersebut ditiadakan. Hal ini membuat Idul Adha di pondok berbeda dari biasanya.


Sementara itu, Direktur Media KHAS Kempek Muhammad Arwani menyampaikan bahwa pemotretan para santri memegang tulisan agar tidak jenguk merupakan inisiatif Pengasuh KH Musthofa Aqil Siroj.


Adapun tulisannya adalah "Ayah Ibu, Jangan disambang dulu. Di KHAS Kempek, temannya baik-baik. Saya betah di sini."


Setidaknya, lanjut Arwani, ada dua alasan hal tersebut perlu dilakukan, yakni (1) karena masa pandemi, (2) agar santri betah dan tidak terbawa arus informasi rumah, (3) supaya tetap fokus di pondok, dan (4) untuk meyakinkan wali santri kalau anaknya baik-baik saja, dan teman teman anaknya di pondok baik-baik.


Selain tidak bisa dijenguk, para santri juga tidak diperkenankan keluar dari gerbang pondok.


Ketua Pelaksana Keamanan Pondok Pesantren KHAS Kempek Muhammad Nur Rizky Zamzamy menyampaikan bahwa para santri masih bisa diatur. Satu dua santri ngeyel menurutnya sudah biasa. Pihaknya juga menyampaikan peraturan tersebut kepada para wali santri.


"Ada orang tua mengerti kondisi pondok. Ada juga yang ngeyel. Pergesekan ada. Wajar saja. Kami memberi pengertian kekeluargaan bahwa ini maklumat kebijakan pondok," katanya.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Syamsul Arifin

BNI Mobile