Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pendekatan Sejarah Kunci Pertahankan Aswaja Annahdliyah

Pendekatan Sejarah Kunci Pertahankan Aswaja Annahdliyah
Pendekatan sejarah berguna untuk menguatkan penanaman akidah Ahlussunah wal Jamaah yang dibawa NU di Indonesia.
Pendekatan sejarah berguna untuk menguatkan penanaman akidah Ahlussunah wal Jamaah yang dibawa NU di Indonesia.

Purbalingga, NU Online

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, KH Khotib menyampaikan warga NU wajib meneruskan perjuangan sesepuh dan pendiri NU.

 

Hal itu disampaikannya saat Silaturahim dan Istighosah Kubro di Pondok Pesantren An-Nahl Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga Ahad (2/8).

 

"Termasuk menjaga semangat  menghargai kemanusiaan sebagaimana yang dilakukan NU sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini," kata Kiai Khotib dalam acara yang diadakan dengan pendekatan protokol cegah Covid-19.

 

Pembicara lainnya, M Zulhan Fauzi, Bendahara ISNU mengatakan Islam Nusantara diterima di berbagai belahan dunia sebagaimana salah satunya di Kota Berlin.

 

Menyambung pernyataan tersebut, KH Holison, Instruktur Penggerak NU Wilayah Provinsi Jawa Tengah mengatakan pendekatan yang perlu terus dipupuk adalah pendekatan sejarah. Hal itu berguna untuk menguatkan penanaman akidah Ahlussunah wal Jamaah yang dibawa NU di Indonesia.

 

Mengutip Kitab Muqodimah karya Ibnu Khaldun, ia mengatakan ada bangsa yang terus berjuang dan mencapai kejayaannya lama. Karena itu, berjuang di NU harus terus berjuang untuk masa yang akan datang.

 

Ia juga menyampaikan sejarah berdirinya NU dan posisi NU dari fase ke fase mulai perang dunia pertama sampai saat ini.

 

KH Hudalloh Ridwan atau yang akrab disapa Gus Huda Sekretaris PWNU Jawa Tengah menyampaikan sanad mutawatir tentang Shalawat Nariyah. Ia juga mengajak jamaah untuk mengamalkan Shalawat Nariyah sebelas kali setiap bakda shalat maktubah.

 

"Sebagai warga NU selalu menginginkan dianggap menjadi santrinya Mbah Hasyim Asy'ari serta mendapatkan syafaat Rasulullah SAW sehingga dalam membaca shalawat perlu diniatkan semoga dengan membaca shalawat diri kita, anak kita keluarga kita, diberi rasa sayang kepada Rasulullah. Niatkan juga dengan membaca shalawat, kita keluarga mendapat syafaatnya, selamat dari penyakit hati, dan diniatkan dikabulkan hajat kita," tutur Gus Huda.

 

Kontributor: Ahmad Prayitno

Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile