Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Digelar Sederhana, Haul Ke-80 Masyayikh Futuhiyyah Demak Berlangsung Khidmad 

Digelar Sederhana, Haul Ke-80 Masyayikh Futuhiyyah Demak Berlangsung Khidmad 
Haul ke-80 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq, Futuhiyyah Mranggen digelar secara sederhana (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Haul ke-80 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq, Futuhiyyah Mranggen digelar secara sederhana (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Demak, NU Online

Agenda haul ke-80 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq dan Masyayikh Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah berlangsung khidmad meski dalam suasana pandemi Covid-19 dan penyelenggaraannya sangat sederhana dan minimalis.

 

Ketua Yayasan Pesantren Futuhiyyah KH Said Lafif Luthil Hakim Muslih mengatakan, demi memenuhi protokol kesehatan penyelenggaraan haul ke-80 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq dan Masyayikh Pesantren Futuhiyyah memang dilaksanakan tidak sebagaimana biasanya.

 

"Sebelum ada pandemi Covid-19 tahun-tahun lalu, puncak acara haul adalah dilaksanakannya pengajian umum yang diikuti seluruh santri, alumni, dan masyarakat. Namun kali ini digelar sangat sederhana," kata Gus Lafif di Mranggen Demak, Ahad (2/8).

 

Gus Lafif mengatakan hal itu ketika menyampaikan sambutan dalam acara haul dan peluncuran buku manaqib almarhum KH Muslih bertajuk  'Kiai Muslih Mranggen Sang dan Panutan Sejati' di Masjid Annur komplek Futuhiyyah Mranggen.

 

"Kegiatan ini hanya diikuti para guru atau pengajar pada lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan pesantren Futuhiyyah, beberapa alumni, dan pimpinan perguruan tinggi besar di Semarang seperti UIN Wali Songo, Undip, Unnes, Unwahas, dan Unissula Semarang," jelasnya.

 

 

"Alhamdulillah, meski yang hadir sangat terbatas semoga acara ini tetap berkah untuk semuanya. Kami mohon maaf kepada para santri, alumni, dan masyarakat kalau penyelenggaraan haul tahun ini tidak bisa seperti haul tahun-tahun lalu," sambungnya.

 

Disampaikan, meski tidak bisa hadir dalam haul minimalis ini, masyarakat yang tidak hadir diharapkan tetap berpartisipasi dengan melantunkan kalimah-kalimah thoyyibah dan doa dengan khidmad dan khusyuk dari tempatnya masing-masing.

 

Pengasuh Pesantren Futuhiyyah KHM Hanif Muslih mengatakan, penyelenggaraan haul yang di luar kebiasaan ini diharapkan dapat dimaklumi oleh semuanya. 

 

"Demi menghindari terjadinya kerumunan massa di pondok. Karena saya melihat yang hadir semakin banyak, maka saya berharap acara ini segera diakhiri, " ujarnya.

 

Diungkapkan, meski yang diundang untuk hadir di acara haul ini sangat terbatas, namun potensi terjadinya kerumunan sangat tinggi dengan hadirnya para jamaah dan undangan yang memadati ruas jalan Suburan Mranggen.

 

"Karena itulah saya minta acara ini segera diakhiri dengan meniadakan agenda musafahah dan mempersingkat agenda ramah tamah setelah acara haul minimalis ini ditutup dengan doa," pungkasnya.

 

Rangkaian acara haul diawali dengan pembacan ayat suci Al-Qur'an, pembacan  tahlil yang dipimpin KH Abdul Basyir Hamzah, sambutan ketua yayasan, pengasuh pesantren, testemoni singkat penyumbang naskah dan peluncuran buku. Acara diaakhiri dengan doa oleh Mustasyar PCNU Demak KH Muhammad Asyiq.  

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
 

BNI Mobile