Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Cegah Corona, Pesantren Al-Amien Jember Tingkatkan Volume Bersih-bersih

Cegah Corona, Pesantren Al-Amien Jember Tingkatkan Volume Bersih-bersih
Suasana kegiatan pengajian kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Amien, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tetap menerapkan physical distancing. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Suasana kegiatan pengajian kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Amien, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tetap menerapkan physical distancing. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online
Saat ini seolah-olah Corona sudah mereda. Indikasinya, aktivitas masyarakat terutama yang terkait dengan ekonomi dan sosial, sudah berjalan agak normal. Mereka seakan sudah melupakan Corona. Terbukti protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan  menjaga jarak, sudah tak begitu diperhatikan lagi. Padahal, virus Corona masih tak lelah menebar ancaman dalam kehidupan manusia. Dan celakanya, angka penderita Corona semakin hari semakin melambung.


Kondisi tersebut membuat Pondok Pesantren Al-Amien, Desa Sabrang,  Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, selalu waspada dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masa wabah Corona ini. Penerapan protokol kesehatan merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar bagi santri dan segenap penghuni pesantren.


Menurut pengasuh Pesantren Al-Amien, Ambulu, KH Imam Ghozali Masduqi, KBM untuk santri dilaksanakan dengan keharusan memenuhi standar kesehatan, misalnya penggunaan masker, physical distancing, dan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Di luar itu, penyemprotan disinfektan di lingkungan pesantren, juga dilakukan setiap tiga hari sekali. Setiap pagi seluruh santri juga diwajibkan olahraga sambil memanaskan tubuh di sinar matahari.  


“Untuk santri, baik saat mengikuti pengajian kitab kuning maupun saat di sekolah diniah, ya wajib maskeran dan jaga jarak. Dulu sebelum Corona, setiap kelas diniyah, diisi 50 orang. Sekarang hanya 25 sampai 30 orang agar jarak antar murid aman,” ucapnya.


Di luar penerapan protokol kesehatan, pesantren yang terletak sekitar 35 kilometer ke arah selatan Alun-alun Kota Jember itu sangat memperhatikan kebersihan. Sebelum musim Corona, Pesantren Al-Amien hanya bersih-bersih lingkungan 3 kali sehari, tapi sekarang 5 kali setiap hari. Untuk itu, petugas piket kebersihan yang terdiri dari santri melaksanakan tanggungjawabnya sesuai dengan jam yang telah ditentukan. Yaitu pukul  07.00, 10.00, 14.00, 16.00, dan 18.00 (habis Magrib).


“Petugas kebersihan berganti-ganti, digilir. Kebersihan kita pantau terus. Tidak boleh ada selembar sampahpun yang tercecer di jalan lingkungan pondok,” jelas Kiai Imam Ghozali.


Ia mengaku yakin bahwa dengan pengkondisian kebersihan yang begitu ketat dan penerapan protokol kesehatan yang cukup diperhatikan, penyebaran virus Corona bisa diminimalisasi. Pesantren, lanjutnya, harus memberi contoh dalam memutus mata rantai virus yang mengincar nyawa manusia itu.


“Karena pesantren itu menjadi panutan masyarakat, maka perlu memberi contoh dalam segala hal kebaikan, termasuk kebersihan,” paparnya.


Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember itu menegaskan, meskipun Corona datang dan belum juga ‘pulang’ namun pihaknya tetap melakukan KBM sebagaimana mestinya. Sebab, santri kembali ke pondok adalah suatu keharusan untuk menuntut ilmu, apalagi libur akibat Corona  sudah terlalu lama.


“Ya kita wajib melaksanakan KBM. Soal Corona kita sudah pasrah. Yang penting segala aturan sudah kita laksanakan,” urainya.

 

Pengurus Pesantren Al-Amien, Gus Fuad Ahsan menjelaskan, Selain menggelar KBM untuk santri dan murid diniyah, Pesantren Al-Amien juga menyelenggarakan KBM untuk siswa-siswi yang menimba ilmu di sekolah formal Al-Amien, yaitu Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah,  SMP plus, dan SMK. Jumlah siswi-siwanya total mencapai  900 orang.  Sedangkan jumlah santri yang mukim mencapai 1.300 orang.

 

“Untuk murid sekolah formal (yang tidak mukim), kami sejak akhir Juni (2020), sudah melaksakaan KBM  dengan menggunakan fasilitas daring. Bagi yang mukim, ya kita bina di pesantren,” ulas Gus Fuad Ahsan, yang juga putra Kiai Imam Ghozali.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Abdul Muiz

 

 

 

BNI Mobile