Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ikhtiar LAZISNU Pragaan Sumenep Rehab Rumah Dhuafa di Tiap Desa

Ikhtiar LAZISNU Pragaan Sumenep Rehab Rumah Dhuafa di Tiap Desa
Sejumlah warga, Ansor, Banser, dan TNI turut membantu program rehab rumah yang digagas LAZISNU Pragaan, Sumenep. (Foto: NO Online/Firdausi)
Sejumlah warga, Ansor, Banser, dan TNI turut membantu program rehab rumah yang digagas LAZISNU Pragaan, Sumenep. (Foto: NO Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online 

Khidmat Nahdlatul Ulama demikian sangat diharapkan warga, khususnya kalangan dhuafa. Pada saat yang sama, para pengurus hendaknya menaati hasil permusyawaratan bersama yang telah diputuskan.

 

Hal ini sebagaimana dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pragaan, Sumenep, Jawa Timur.  Bahwa pada konferensi sebelumnya menghasilkan sebuah program unggulan yang bersifat ijtimaiyah, yakni bedah dan rehab rumah dluafa di setiap desa.

 

Karenanya, LAZISNU yang berada di bawah Mejelis Wakil Cabang (MWCNU) Kecamatan Pragaan, Sumenep tersebut melakukan musyawarah internal dengan pengurus harian dan ditindaklanjuti untuk melakukan musyawarah dengan keluarga Sahawi, warga Desa Jaddung. 

 

Dan beberapa waktu berselang, upaya untuk melakukan renovasi rumah berhasil dilakukan. Dan tentu saja langkah ini menjadi titik terang bagi upaya untuk menghadirkan NU di tengah masyarakat. Bahwa jamaah merasakan manfaat dari jamiyah.

 

KH Ahmad Junaidi Mu'arif selaku Ketua MWCNU Pragaan mengutarakan bahwa sebelum melakukan rehab rumah, dirinya meminta kepada KH Aminuddin Jazuli selaku Mustasyar MWCNU untuk melakukan istikharah agar kegiatan tersebut benar-benar maksimal. 

 

"Tradisi NU adalah meminta pandangan dan arahan kepada dewan mustasyar untuk menentukan hari baik agar terhindar dari bahaya saat melakukan rehab rumah walaupun dalam keadaan kurang siap 100 persen, terutama masalah pendanaan," katanya, Senin (10/8). 

 

Selanjutnya, akhirnya pengurus NU setempat mampu mengawalinya dengan baik tahapan rehab. Bahkan apa yang dilakukan mendapatkan respons dari warga, sehingga mereka turut berbondong-bondong bersama TNI terlibat dalam renovasi rumah tersebut.

 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung tersebut mengucapkan terima kasih kepada segenap donatur. Mulai dari tokoh agama, aparatur desa, warga setempat, lebih-lebih kepada kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), pengurus MWCNU dan Nahdliyin yang ikut andil menyukseskan program tersebut.

 

"Kami berharap program ini menjadi pemula di periode yang kedua yang ke depannya akan melakukan hal yang sama ke ranting-ranting lain," harapnya. 

 

Karena, di periode sebelumnya pengurus telah melakukan puluhan rehab rumah, tempat mandi, cuci dan kakus atau MCK, mushalla, dan kamar mandi masjid di setiap ranting. 

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut berharap apa yang dilakukan bisa menjadi uswah atau contoh dan memberi motivasi kepada seluruh MWCNU se-Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan program kemasyarakatan.

 

"Karena berdasarkan fakta masih banyak Nahdliyin yang wajib kita bantu secara materil dan moril, termasuk lewat doa," ungkapnya. 

 

Kiprah NU-Care LAZISNU 
Kepada NU Online, Kiai Muhris Baharun menjelaskan bahwa target penyelesaian rehab rumah harus 100 persen. Artinya mengembalikan rumah Sahawi menjadi layak huni. Ketua NU-Care LAZISNU MWCNU Pragaan tersebut menjelaskan ulang bahwa penyelesaiannya tidak sampai pada mengkramikkan lantai karena terkendala dana. 

 

"Mengapa demikian? Karena masih ada rumah-rumah warga yang akan kami rehab di setiap ranting," ungkapnya. 

 

Tak sampai di situ, target yang pengurus harapkan adalah bagaimana rumah yang awalnya mau roboh atau tidak layak huni bisa tidak membahayakan penghuni. 

 

Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tersebut menargetkan penyelesaian 21 hari. Mengingat kekuatannya berasal dari swadaya pengurus NU dan warga setempat. 

 

"Perlu diketahui, tukang digaji dengan uang yang tidak semestinya diterima. Bahkan para tukang membawa bekal dari rumahnya masing-masing," jelasnya. Di tambah lagi TNI, Ansor, Banser dan Nahdliyin yang rela menuangkan waktunya demi merealisasikan program ini, lanjutnya. 

 

Tenaga pendidik LPI Darul Ihsan Pekamban Daya tersebut kemudian  menjelaskan kriteria rumah yang akan direhab bulan depan di setiap ranting. 

Pertama, kondisi fisik bangunan sangat membahayakan atau mengancam keselamatan penghuni rumah. Kedua, jenis rumahnya gedeg. Ketiga, di dalam anggota keluarga tersebut terdapat janda tua dan yatim. Keempat, walaupun layak direhab tapi ekonominya mampu maka tidak dilakukan pengrehapan. 

 

“Kelima, jika layak direhab tapi memiliki modal yang cukup, maka tim akan mensubsidi bahan-bahan bangunan," urainya. 

 

Di kesempatan berbeda, Ustadz Imam Ghazali mengungkapkan bahwa dirinya menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk turun lapangan demi mensukseskan acara tersebut tanpa pamrih dan upah.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan tersebut menegaskan bahwa jika MWCNU membutuhkan materil, moril, dan tenaga maka dirinya dan anggota lain selalu menjadi garda terdepan bagi masyarakat dan mengawal jalannya program MWCNU. 

 

"Semoga amal para donatur, relawan, kader, dan warga bisa diterima oleh Allah swt dan menyebabkan anak-anaknya kelak menjadi pejuang demi meninggikan agama Allah dan membesarkan nama NU di kancah nasional serta internasional," pungkasnya. 

 

Jika ada aghnia ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk program rehab rumah di kawasan ini dapat menghubungi nomor 085231453545. 

 

Kontributor: Firdausi 
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile