Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Rajin Menulis, Peninggalan Berharga Almarhum Sulton Fatoni

Rajin Menulis, Peninggalan Berharga Almarhum Sulton Fatoni
Peringatan Haul Pertama M Sulton Fatoni. (Foto: NU Online/Nurdin)
Peringatan Haul Pertama M Sulton Fatoni. (Foto: NU Online/Nurdin)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar peringatan Haul Pertama Ketua PBNU yang juga Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) H Muhammad Sulton Fatoni, di lantai 8 Gedung PBNU, pada Senin (10/8). Acara ini juga dilangsungkan secara virtual. 


Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan testimoni mengenai sosok HM Sulton Fatoni yang semasa hidupnya dikhidmatkan secara total untuk mengabdi kepada NU. 


Menurutnya, di antara berbagai peninggalan almarhum yang mesti diteruskan adalah ketekunan dalam menulis. Selain itu, almarhum juga dinilai sebagai sosok yang sedikit bicara tetapi dapat terlihat hasil atas kerja kerasnya selama ini.


“Peninggalan Mas Sulton adalah rajin menulis. Beberapa buku karyanya bisa kita baca saat ini. Maka, kita harus teruskan itu (budaya menulis). Kemudian, aktivitasnya yang tidak banyak bicara itu harus dilanjutkan. Program-program Mas Sulton yang belum terwujud mesti kita teruskan tanpa banyak bicara tapi yang penting ada hasilnya,” terang Kiai Said.


Ia menambahkan, sosok HM Sulton Fatoni meninggalkan banyak jejak dan peninggalan yang sangat positif. Sebab selama hidupnya, almarhum benar-benar mengkhidmatkan dirinya di jalan Allah melalui NU. Terutama sekali, di akhir-akhir hayatnya yang menangani langsung pembangunan Kampus Unusia di Parung. 


“Saat ini, Unusia sudah megah, tapi sayang Mas Sulton tidak dapat menyaksikan hasil kerja kerasnya. Tapi tidak apa-apa, karena semuanya sudah diatur oleh  Allah. Semoga amal shaleh almarhum semasa hidupnya benar-benar dilakukan dengan ikhlas karena Allah, sehingga almarhum akan menjumpai pahalanya di akhirat nanti,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta ini.


Kiai Said berharap agar Nahdliyin dapat meneladani keteladanan HM Sulton Fatoni. Caranya, dengan memperbaiki posisi dan niat di dalam berbagai aktivitas yang tengah dijalani saat ini. Sebab, lanjutnya, segala yang telah dimulai dan kemudian ditinggalkan almarhum agar dapat diteruskan sekaligus disempurnakan.


“Karena barangkali ada pekerjaan-pekerjaan almarhum yang belum tuntas, maka mari kita sempurnakan,” kata kiai kelahiran Cirebon ini.


Acara ini dihadiri oleh Bendahara Umum H Bina Suhendra, Rektor Unusia KH Muhammad Maksum Mahfudz, Ketua PP Lazisnu Achmad Sudrajat, dan istri almarhum Elisa Sukmawati beserta putra-putri. 


Untuk diketahui, HM Sulton Fatoni wafat pada 8 Agustus 2019 di Rumah Sakit Permata, Depok, Jawa Barat. Beberapa buku yang telah ia terbitkan, beberapa diantaranya adalah Pintar Islam Nusantara, Kaum Muda NU dalam Lintas Sejarah, Dear Felix Siauw, NU: Identitas Islam Indonesia yang ditulisnya bersama Hilmi Muhammadiyah dan Ulil Abshar, dan buku-buku lainnya.


Pewarta: Aru Elgete

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile