Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Fakta-fakta Lebanon yang Belum Banyak Diketahui

Fakta-fakta Lebanon yang Belum Banyak Diketahui
Para diaspora Lebanon sedang menggalang aksi simpati usai ledakan dahsyat di Beirut. (Foto: nabd.com)
Para diaspora Lebanon sedang menggalang aksi simpati usai ledakan dahsyat di Beirut. (Foto: nabd.com)

Oleh Muhammad Sirril Wafa


Masyarakat dunia dikejutkan dengan ledakan dahsyat yang 'mengoyak' ibu kota Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) lalu. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 220 orang dan melukai ribuan orang. Ledakan dengan kekuatan gempa bumi tersebut diakibatkan meledaknya amonium nitrat di salah satu gudang pelabuhan Beirut.


Lebih dari itu, banyak orang yang mengira bahwa Lebanon adalah negara yang wilayahnya berupa padang pasir, padahal faktanya ia termasuk daerah yang lumayan subur. Lahan pertanian banyak terdapat di daerah gunung dan pedesaan. Jajaran gunung panjang merentang dari utara hingga selatan yang biasa disebut Jabal Lubnan. Apel Lebanon termasuk jenis apel kualitas terbaik. Rasanya manis dan baunya harum. Tak heran, apel Lebanon banyak diekspor ke Eropa dan Amerika.


Banyak yang mengira Lebanon dipenuhi dengan pohon kurma dan hewan unta, sebagaimana lazimnya negara Arab lainnya. Memang Lebanon termasuk negara Arab, namun iklim dan geografisnya tidaklah sama. Di sini, pohon kurma tidak dikembang-biakkan sebagai produk agraria, melainkan lebih kepada tanaman penghias jalan atau rumah. Begitu juga unta termasuk hewan yang sangat jarang bisa Anda temui di sini. Mungkin karena wilayahnya yang berbukit.


Lebanon merupakan pusat percetakan dan penerbitan buku dunia. Saat ini, 700 percetakan Lebanon melayani pasar internasional, dengan anggota aktif tidak kurang dari 200. Menjadikan negara mungil Timur Tengah ini sebagai pemilik penerbit terbesar dan terbanyak di dunia, dengan Beirut sebagai poros utama. Jauh di atas Mesir di peringkat kedua dan diikuti Suriah dan Yordan di peringkat ketiga dan keempat. Tak heran UNESCO pada tahun 2009 menetapkan Beirut sebagai ibukota buku dunia. 


Percetakan Lebanon pada umumnya dan Beirut pada khususnya memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan percetakan yang ada di tempat lain. Hal yang membuat perusahaan-perusahaan asing mengalihkan pekerjaan percetakan mereka ke Beirut adalah karena kualitas, keandalan, dan ketepatan waktu layanan yang diberikan oleh mesin cetak Beirut. Karakteristik ini akan memungkinkan industri percetakan Beirut terus bertahan meski gejolak melanda negeri.


Banyak yang mengira Lebanon hanya memiliki dua musim, musim panas dan dingin. Tidak, di sini berlaku empat musim seperti halnya Turki dan Eropa, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Jadi, ada kalanya suhu udara meninggi di saat musim panas yang membuat suasana di dalam ruangan sumpek dan gerah.


Meskipun dinyalakan AC dan kipas angin, tetap saja merasa kepanasan. Tak heran, sebagian penduduk Beirut dan kota-kota besar lainnya berpindah ke daerah gunung selama musim panas. Disusul pohon-pohon yang meranggas dan menggugurkan dedaunannya di musim gugur. Suhu udaranya cenderung stabil, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.


Usai musim gugur, datanglah musim dingin. Tidak jarang, hujan mengguyur dengan derasnya disertai angin kencang. Namun yang turun bukanlah tetesan air melainkan butir-butir es yang dalam terminologi fiqh dinamakan "al-Barad". Setelah mencair, air tersebut bisa digunakan untuk bersuci. Selama musim dingin, banyak gunung di Lebanon yang permukaannya tertutupi lapisan salju.


Hal itu dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bermain ski dan salju seperti yang ada di Mount Faraya. Saat salju mulai menipis, pepohonan bersiap menumbuhkan dedaunannya kembali. Berselang kemudian, bunga-bunga indah aneka warna bermekaran memanjakan mata disertai semerbak bau harum nan segar. Ya, tak lain tak bukan itulah musim semi.


Banyak yang mengira Lebanon adalah Negara Syiah. Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Memang ada kelompok Syiah di sini, tetapi jumlah mereka tidaklah sebanyak golongan Sunni. Ahlussunnah Wal Jamaah merupakan golongan terbesar di Lebanon, tapi aktivitas mereka jarang di ekspos media massa.


Di Lebanon banyak sekali makam orang-orang saleh, diantaranya sahabat Nabi Syabib al-Kila'iy di Saida dan Ummu Haram di Beirut, Imam Al-Auza'i, Sultan Ya'qub al-Manshur, Syeikh Abdul Basith Al-Fakhuri dan Syeikh Abdullah Al-Harori. Ada juga beberapa Nabi yang dimakamkan Lebanon seperti Nabi Nuh di Bekka, Nabi Yusya' bin Nun di Tripoli.


Kebanyakan mahasiswa di Lebanon merupakan warga Nahdlatul Ulama. Tak hanya beridentitaskan sebagai Nahdliyin, kami juga mengembangkannya dalam sebuah wadah bersama yang bernama PCINU Lebanon (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Lebanon). NU Lebanon ini didirikan oleh generasi awal mahasiswa Indonesia di Lebanon dan alhamdulillah, tetap eksis hingga sekarang. Kegiatannya pun beragam, seperti seminar Aswaja, Bahtsul Masail dan perayaan hari-hari besar Islam.


Kurang lebih ada delapan puluh mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Lebanon. Mereka tersebar di tujuh universitas yang ada di Lebanon. Jumlah paling banyak berada di Global University, salah satu kampus ternama di Lebanon dengan total sebanyak 19 mahasiswa.


Banyak yang mengira Negeri Syam hanyalah Suriah. Hal tersebut kurang tepat. Negeri Syam mencakup wilayah empat negara yakni Suriah, Lebanon, Palestina dan Yordania. Induk dari Negeri Syam adalah Palestina yang terjajah. Semoga Allah ta'ala membebaskannya di tangan kaum muslimin. Aamiin.


Benarkah Negeri Syam diberkahi? Ya benar, Rasulullah sendiri bersabda, "Ya Allah, berkahilah Negeri Syam serta Yaman". Para Sahabat bertanya "Dan Negeri Nejd, wahai Rasulullah?". Rasulullah berdoa kembali, "Ya Allah, berkahilah Negeri Syam serta Yaman". Para Sahabat bertanya kembali "Dan Negeri Najed, wahai Rasulullah?". Rasulullah menjawab, "Dari sanalah kelak muncul tanduk setan."


Banyak yang mengira penduduk Lebanon tampan-tampan dan cantik-cantik. Wah, kalau hal tersebut silakan berkunjung ke Lebanon untuk membuktikannya sendiri. Marhaban ahlan wa sahlan fi Lubnan.

 


Penulis adalah Mahasiswa Global University Lebanon

BNI Mobile