Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Saat Kegiatan Bahtsul Masail, NU di Sumenep Selalu Santuni Yatim

Saat Kegiatan Bahtsul Masail, NU di Sumenep Selalu Santuni Yatim
Bupati Sumenep secara simbolis menyerahkan santunan untuk yatim. (Foto: NU Online/Firdausi)
Bupati Sumenep secara simbolis menyerahkan santunan untuk yatim. (Foto: NU Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online 

Ada yang berbeda dari gelaran bahtsul masail yang dilaksanakan secara rutin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Jawa Timur. Tidak semata membahas masalah hukum Islam dan sejenisnya, di kesempatan tersebut juga selalu diiringi dengan pemberian santunan bagi yatim.  

 

Tradisi ini telah dilakukan para pendahulu pengurus dan aktivis bahtsul masail. Seperti yang dilakukan NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Ganding, Sumenep pada Ahad lalu. Sehingga, sebelum bahtsul masail diselenggarakan, selalu ada acara pemberian santunan untuk kalangan dhuafa ini. 

 

Kiai Abd Syakur Shaleh mengutarakan bahwa menyantuni anak yatim merupakan perbuatan terpuji. Apalagi Agustus merupakan bulan yang sangat sakral. 

 

“Dengan demikian, seluruh Nahdliyin mampu merefleksi ulang kiprah perjuangan para muassis saat mendidik dan membesarkan anak yatim di masa penjajahan,” katanya, Selasa (11/8).

 

Ketua MWCNU Ganding tersebut menegaskan bahwa kedudukan bagi orang yang selama di dunia menyantuni anak yatim kelak akan masuk surga dan bersama Rasulullah SAW. 

 

"Perlu diketahui bahwa sebelum saya dilantik, pengurus sebelumnya sering menyantuni anak yatim di setiap acara bahtsul masail. Sehingga kegiatan ini terkesan lumrah dilihat oleh para undangan yang didominasi dari kalangan masyaikh," katanya. 

 

Ustadz Moh Rusdi menjelaskan bahwa sasaran penerima santunan difokuskan kepada anak yatim se-Kecamatan Ganding. Lebih-lebih yang berada di sekitar Pondok Pesantren Sumber Payung, lokasi digelarnya bahtsul masail. 

 

Pria yang juga diamanahi sebagai Ketua NU-Care LAZISNU Ganding tersebut mengemukakan bahwa sumber dana santunan didapatkan dari gerakan Kotak Infaq atau Koin. Semua digerakkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), kas lembaga, dan donatur yang tidak mengikat atau mereka yang menamakan sebagai hamba Allah. 

 

"Alhamdulillah, kali ini kami bisa mengawali kegiatan rutin atau bulanan ini dengan menyantuni puluhan yatim di Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding," ungkapnya. 

 

Pada kesempatan tersebut, penyerahan secara simbolis diberikan langsung oleh Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile