Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

LAZISNU Lumajang Gelar Program Urunan Bangun Rumah Duafa

LAZISNU Lumajang  Gelar Program  Urunan Bangun Rumah Duafa
Peletakan batu pertama pembangunan rumah milik Sumartini oleh PC LAZISNU Lumajang, Jumat (7/8). (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Peletakan batu pertama pembangunan rumah milik Sumartini oleh PC LAZISNU Lumajang, Jumat (7/8). (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Lumajang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lumajang, Jawa Timur terus bergerak  guna memberi manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan menggelar  program Urunan Bangun Rumah Duafa. Sesuai namanya, program tersebut membidik rumah warga yang  tidak laik huni untuk direnovasi. Dananya berasal dari urunan pengurus LAZISNU dan warga NU.


“Program tersebut alhamdulillah dapat sambutan yang bagus dari masyarakat,” ujar Ketua PC LAZISNU Lumajang, H Khoirudin di Kantor PCNU Lumajang, Rabu (12/8).


Ia menambahkan,  Urunan Bangun Rumah Duafa merupakan  program yang digagas sejak lama. Sebab cukup banyak warga yang rumahnya sangat  tidak laik huni, dan perlu bantuan. Namun tentu tidak semuanya bisa direnovasi oleh LAZISNU karena dananya sangat terbtas.  Oleh karena itu, LAZISNU mengadakan penelitian terlebih dulu terhadap rumah yang diajukan untuk direnovasi.


“Yang mengusulkan atau mencari rumah yang kira-kira patut direnovasi adalah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), tokoh masyarakat, dan sebagainya. Setelah disurveI  bisa diputuskan rumah tersebut patut atau tidak untuk direnovasi,” tambahnya.


Dikatakan H Khoirudin, setiap MWCNU diberi kesempatan untuk mengusulkan rumah layak huni di daerahnya. Dari pengusulan itu lalu dilakukan penelitian, survei lokasi, dan sebagainya. Penelitiannya tidak hanya melihat  kondisi rumah, tapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi penghuninya, dan sebagainya.


“Setelah berbagai  informasi digali, baru diputuskan rumah itu akan direnovasi atau tidak. Atau bisa jadi orang itu tidak punya rumah, bisa dibuatkan.  Tapi tentu semuanya diseleksi. Ini bukan apa-apa namun karena berhubungan dengan dana yang terbatas,” terangnya


Sekadar diketahui, Urunan Bangun Rumah Duafa telah berhasil merenovasi rumah warga di  Desa Pandansari dan Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro. Yang terbaru adalah  pembangunan rumah milik Sumartini,  warga Dusun Krajan, Desa Pandansari,  Kecamatan Senduro,  Jumat (7/8).


Pembagunan rumah yang bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Pandansari Kecamatan Senduro  tersebut diperkirakan memakan dana Rp27 juta, namun saat ini yang terkumpul sebanyak  Rp16 juta.


“Kami tetap memohon bantuan  para dermawan untuk menyelesaikan pembangunan rumah tersebut, ”  terangnya.


Wakil Ketua PCNU Lumajang yang juga koordinator bidang LAZISNU, Achmad Salakhuddin menegaskan  bahwa program Urunan Bangun Rumah Duafa cukup bagus dan patut dipertahankan.


“Karena manfaatnya sangat kelihatan,” ucapnya.


Ia mengakui, program tersebut cukup mahal biayanya tapi manfaatnya sangat nyata. Sebab rumah merupakan kebutuhan utama manusia. Karena itu,  katanya, betapa bangga dan gembiranya orang yang dibantu (renovasi) rumahnya, apalagi  sampai dibangunkan.


“Program itu bernilai sosial sekaligus berpahala,” terangnya.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile