Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gus Ghofur Sampaikan Beberapa Pesan yang Sering Diucapkan Mbah Moen

Gus Ghofur Sampaikan Beberapa Pesan yang Sering Diucapkan Mbah Moen
Rais Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen (Foto: Dokumen)
Rais Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen (Foto: Dokumen)

Kudus, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimoen mengatakan, almaghfurlah KH Maimoen Zubair atau yang biasa disapa Mbah Moen sudah setahun meninggalkan kita. Banyak kenangan dan ungkapan yang menjadi ciri khasnya.

 

"Ngono yo ngono, tapi yo ojo ngono (begitu ya begitu, tapi ya jangan begitu). Adalagi, 'bedo iku ora podo' (beda itu tidak sama)," jelas putra Mbah Moen dalam acara 'Haul Satu Tahun Meninggalnya KH Maimoen Zubair' yang diselenggarakan Himpunan Mutakhorrijin Mutakhorrijat Al-Anwar (Himma) Kudus, Jawa Tengah, Senin (10/8) malam.  

 

Dijelaskan, ungkapan semacam ini biasa disampaikan pada saat pengajian, baik pengajian umum maupun di pesantren bersama santri-santrinya. Selain itu, Mbah Moen juga memiliki selera humor yang tinggi, sehingga pada saat menyampaikan ceramah hadirin dapat dibuat tertawa terpingkal-pingkal.

 

"Terus ada lagi 'bedo tapi podo, podo tapi bedo' (beda tapi sama, sama tapi beda)," ungkapnya.  

 

Gus Ghofur perlu menyampaikan hal itu karena melihat saat ini banyak orang yang kurang dalam bersikap toleransi.Peristiwa di berbagai daerah sering terjadi hanya persoalan perbedaan, sehingga mereka merasa dirinya paling benar dan yang lain salah.

 

"Memang begitu kenyataannya, sekarang kan kalau begitu ya begitu banget, kalau tidak begitu ya tidak begitu banget. Sehingga terjadi banyak permasalahan," kata Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang tersebut.

 

Gus Ghofur mengatakan, di Indonesia ini semakin hari semakin panas akibat perbedaan pendapat. Ia berpesan bahwa perbedaan pendapat ini harus menjadi hal yang wajar karena itu merupakan perbedaan pemikiran dari masing-masing orang. Apabila disikapi dengan amarah maka akan menjadikan permasalahan.

 

"Contoh saja peristiwa kemarin, benci sama PDIP ya boleh, tapi benderanya tidak usah dibakar. Nanti malah jadi masalah. Gak setuju sama Habib Rizieq ya gak masalah, emang namanya orang boleh setuju boleh tidak. Tapi membakar fotonya Habib Rizieq ini ya gak benar. Nanti malah timbul masalah," jelas Gus Ghofur.

 

Ia menambahkan, jadi kalau Mbah Moen masih hidup akan berkata seperti ini, 'Ngono yo ngono cah, tapi yo ojo ngono', kutip pesan Mbah Moen.

 

Kontributor: Aan Ainun Najib
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile