Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Formasi Unik Kreasi Santri di Sidoarjo Usai Upacara Kemerdekaan

Formasi Unik Kreasi Santri di Sidoarjo Usai Upacara Kemerdekaan
Formasi unik hasil kreasi santrri Pesantren Mama'ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jatim. (Foto: NU Online/Yuli R)
Formasi unik hasil kreasi santrri Pesantren Mama'ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jatim. (Foto: NU Online/Yuli R)

Sidoarjo, NU Online

Sekalipun masa pandemi Covid-19  masih berlangsung hingga saat ini, hendaknya tidak mengurangi rasa syukur rakyat Indonesia. Apalagi dalam momentum peringatan hari kemerdekaan.

 

Sejarah telah mencatat, peran para kiai dan pesantren begitu besar pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Karena pesantren pada saat itu tidak hanya menjadi tempat menempa ilmu agama, juga sebagai wadah pergerakan nasional hingga akhirnya Indonesia merdeka.

 

Sadar dengan hal tersebut, Pondok Pesantren Manba’ul Hikam atau Mahika yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menggelar upacara bendera. Hal tersebut sebagai peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia.

 

“Kegiatan sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas jasa para pahlawan bangsa,” kata KH Salim Imron, Senin (17/8) .

 

Upacara bendera yang diikuti sekitar 1250 orang santri tersebut berjalan penuh khidmat dan dipusatkan di lapangan desa setempat.

 

Pengasuh Pesantren Mahika yang bertindak selaku  pembina upacara berpesan agar para santri bersama mempertahankan kemerdekaan RI. Karena itu bukan sebagai hadiah, melainkan diperjuangkan dengan penuh pengorbanan.

 

“Indonesia adalah negara yang diperjuangkan oleh syuhada. Maka dari itu kita sebagai santri harus menjaga dan merawat,” kata kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo tersebut.

 

Diterangkannya, meskipun di tengah pandemi Covid-19, para santri tetap antusias dan mengikuti dengan seksama seluruh rangkaian acara sampai selesai.

 

“Tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Moh Ardila, salah seorang pengurus pesantren mengatakan, bahwa upacara yang digelar setiap tahun tersebut selalu menampilkan kreasi santri yang luar biasa. Semua digelar seusai upacara.

 

“Kali ini para santri membuat selebrasi mozaik bernuansa merah putih. Mereka berbaris membentuk peta Indonesia,” katanya kepada media ini.

 

Dijelaskannya, formasi mozaik tersebut terdiri dari ribuan santri yang membentuk barisan. Mozaik berbentuk peta Indonesia, selain itu juga terdapat foto para pahlawan dan logo Pesantren Mahika.

 

“Meskipun dalam jumlah banyak, para santri tetap mengikuti protokol kesehatan yakni menggunakan masker dan menjaga jarak barisan saat upacara berlangsung,” pungkasnya.

 

Kontributor: Yuli Riyanto

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile