Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gus Yaqut Ajak Berjuang untuk Merdeka dari Keterpurukan akibat Pandemi

Gus Yaqut Ajak Berjuang untuk Merdeka dari Keterpurukan akibat Pandemi
Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: NU Online)
Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: NU Online)

Trenggalek, NU Online

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kemerdekaan adalah rahmat tiada terkira bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dia mengajak semua komponen bangsa untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan dan kemajuan yang telah dirasakan bersama.

 

“Memang, harus kita akui masih ada kekurangan. Kemiskinan dan kesenjangan, masih terjadi di depan mata. Mari kita bersama mewujudkan Indonesia semakin baik lagi. Mewujudkan cita-cita bangsa dengan memperkuat persatuan,” kata Gus Yaqut saat menyampaikan orasi dalam upacara HUT ke-75 RI.

 

Kegiatan digelar Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur secara virtual, Senin (17/8).

 

Menurut Gus Yaqut, persatuan adalah syarat utama dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa, sehingga menjadi kuat, adil, dan makmur. Apalagi hal ini telah dipesankan para pendiri Nahdlatul Ulama.

 

“Hal ini sesuai dengan apa yang telah dinyatakan muassis jamiyah Nahdlatul Ulama, KH Abd Wahab Chasbullah bahwa senjata yang tajam dan sempurna adalah persatuan,” tegasnya.

 

Dalam pandangannya, mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa menjadikan Indonesia yang maju, adil, dan makmur menuntut persatuan seluruh komponen bangsa. Jika terpecah, berjuang sendiri-sendiri, tak akan pernah Indonesia tegak berdiri apalagi disegani bangsa lain.

 

“Dan bangsa ini telah membuktikan mampu,” ujar Gus Yaqut.

 

Dia mengatakan, peringatan HUT kemerdekaan saat ini dirayakan dengan penuh keprihatinan di tengah pandemi Covid-19. Sudah semestinya, lanjutnya, refleksi kemerdekaan tak hanya untuk mengenang perjuangan panjang Indonesia merdeka.

 

“Namun juga mengenang tenaga kesehatan dan masyarakat yang gugur dalam berjuang melawan Covid-19,” terangnya.

 

Gus Yaqut meminta kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bersama berjuang untuk kembali untuk merdeka. Yakni merdeka dari dari pandemi yang menyebabkan keterpurukan di semua sektor kehidupan menuju tatanan kehidupan baru.

 

“Ayo, kita saling bahu membahu, bergotong royong, peduli terhadap lingkungan dan sesama. Tidak hanya mengutamakan kepentingan sendiri tapi kepentingan bersama,” ajaknya.

 

Hal tersebut dapat dilakukan dengan saling mengingatkan untuk selalu waspada. Juga mematuhi protokol kesehatan agar kondisi kembali normal. supaya keceriaan tujuhbelasan hadir kembali di masa mendatang.

 

“Ini sesuai yang diperintahkan Allah SWT bahwa Dia tak akan mengubah nasib suatu kaum jika kita tak mengubah keadaannya sendiri,” urainya.

 

Senada, Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser Hasan Basri Sagala mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan mesti dijadikan momentum kebangkitan bangsa.

 

“Ada tiga hal yang dilakukan melalui momentum hari kemerdekaan ini,” katanya.

 

Pertama, harus bahu membahu, bangkit untuk bersama melawan pandemi Covid-19. Bergotong royong, saling membantu agar pandemi segera selesai.

 

“Kedua, mengatasi keterpurukan ekonomi yang juga diakibatkan pandemi. Dan ketiga memperkuat persatuan dan kesatuan dari segala rongrongan yang dapat memecah belah bangsa,” katanya.

 

Sementara itu, Upacara HUT Ke-75 PC GP Ansor Kabupaten Trenggalek dipimpin Kasatkorcab Banser Trenggalek H Fatkurrohman. Dan hadir pula Ketua PC GP Ansor Trenggalek, M Izuddin Zakki, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek dan beserta seluruh badan otonoman, serta seribu anggota Banser dan Ansor. 

 

Kontributor: Imam Kusnin Ahmad

Editor: Ibnu Nawawi

Posisi Bawah | Youtube NU Online