Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Nasionalisme Belum Tuntas, Ansor Kota Jayapura Gelar Tour Kebangsaan Sambut HUT RI

Nasionalisme Belum Tuntas, Ansor Kota Jayapura Gelar Tour Kebangsaan Sambut HUT RI
Suasana saat Tour Kebangsaan Ansor Kota Jayapura tiba di makam pahlawan nasional asal Papua, Mayor Tituler Marthen Indey. (Foto: NU Online/Aryudi AR )
Suasana saat Tour Kebangsaan Ansor Kota Jayapura tiba di makam pahlawan nasional asal Papua, Mayor Tituler Marthen Indey. (Foto: NU Online/Aryudi AR )

Kota Jayapura, NU Online
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)  Senin (17/8) menggema di sekujur Nusantara, termasuk di tanah Papua. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP)  Ansor Kota Jayapura, Papua, merayakan HUT RI dengan menggelar Touring Kebangsaan. Yakni tour untuk tabur bunga ke makam pahlawan nasional asal Papua, Mayor Tituler Marthen Indey.


Acara yang dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua, H Tony Victor Mandawin Wanggai itu start di taman IMBI Kota Jayapura. Touring yang diikuti 400-an motor itu menyusuri jalan sejauh 60 kilometer untuk menuju makam sang pahlawan di Desa Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.


Menurut Ketua PC GP Ansor Kota Jayapura, Papua, Ahmad Muhazir, dipilihnya acara nyekar tersebut karena selama ini tokoh nasional itu kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Karena itu, Ansor Kota Jayapura memelopori kunjungan ke makam Marthen dengan harapan kelak  ada perhatian khusus dari pihak-pihak terkait. Apalagi katanya, selama ini di momentum 17-an tidak ada yang mengunjungi makam Marthen selain hanya TNI.


Dengan ini, lanjut Muhazir, pihaknya berharap terbukanya kesadaran pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi makam pahlawan dan keluarganya yang hidup dengan keterbatasan.


“Makanya keluarga Marthen cukup gembira menyambut kami. Katanya, kamilah yang pertama mengunjungi makam Marthen di momentum 17-an. Itu disampaikan sendiri oleh cucunya, Nicodimus,” ujarnya.


Marthen Indey adalah putra Papua kelahiran Doromena, Tanah Merah (1912). Setelah menamatkan pendidikan polisi di Sukabumi (1934), ia diangkat sebagai polisi dengan pangkat pertama,  Agen Polisi Kelas II.


Selama hidupnya, Marthen termasuk sosok yang getol  berjuang bagi pembebasan Irian Barat, hingga ‘jatuh’ ke dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Marthen juga sering menjenguk dan membantu Soekarno saat berada di tahanan Boven Digoel, bahkan hingga ke Banda Naira.


“Saya kira Marthen cukup besar jasanya bagi penyatuan Irian Barat ke dalam NKRI,” lanjutnya.


Selain itu, Touring Kebangsaan tersebut juga  diharapkan dapat menumbuhkan jiwa-jiwa nasionalisme di tengah-tengah  masyarakat. Pemupukan jiwa nasioalisme itu penting dilakukan terus menerus. Sebab, konsolidasi kebangsaan di tanah Papua sampai saat ini belum tuntas. Salah satu indikatornya adalah masih maraknya gangguan-gangguan yang berpotensi memisahkan Papua dari NKRI.


“Ini pekerjaan kita semua, yang sama sekali tidak boleh diabaikan,” jelasnya.


Dengan acara itu,  Muhazir menyatakan ingin menegaskan pada dunia bahwa Papua juga punya pahlawan nasional meskipun sampai saat ini masih banyak dikenal oleh generasi muda setempat. Katanya, menumbuhkan patriotisme atau cinta tanah air perlu selalu digemakan untuk melanjutkan perjuangan Marthen Indey.


“Kami ingin kelak ada Marthen Indey lain yang lahir di tanah Papua,” pugkasnya.


Tour Kebangsaan yang digagas Ansor Kota Jayapura itu, juga diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat setempat, di antaranya adalah Laskar Merah Putih, Pemuda Mandala Triokora, dan PMII.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Abdul Muiz

 

BNI Mobile