Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Miliki Sejarah Panjang, Desa di Sumenep Dikukuhkan sebagai Kampung NU

Miliki Sejarah Panjang, Desa di Sumenep Dikukuhkan sebagai Kampung NU
Prosesi pengukuhan Desa Bataal Barat di Sumenep sebagai Kampung NU. (Foto: NU Online/Firdausi)
Prosesi pengukuhan Desa Bataal Barat di Sumenep sebagai Kampung NU. (Foto: NU Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online 

Beberapa waktu lalu Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sutapraman, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menyatakan diri sebagai Kampung NU. Kali ini giliran Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengikuti kiprah serupa.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Panji Taufiq menceritakan bahwa menurut sejarah, PRNU pertama kali di Sumenep adalah Desa Bataal Barat. Kala itu keberadaannya digagas oleh almaghfurlah KH Hasyim bin Jauharah bin Muhammad Syarqawi atau keponakan KH Muhammad Ilyas Syarqawi selaku perintis Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

 

“Tidak tanggung-tanggung, dalam cerita disebutkan bahwa kala itu Kiai Ilyas dirawuhi Hadaratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari dan diperintah untuk mendirikan NU di Sumenep,” katanya, Rabu (19/8).

 

Disebutkan Kiai Panji, sapaan akrabnya bahwa untuk di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Ganding, keberadaan Desa Bataal Barat menjadi kiblat apalagi saat itu ada Pesantren Sumber Payung..

 

Kepada NU Online, Kiai Abd Syakur menegaskan bahwa pencanangan Kampung NU demi menangkal dan membentengi diri dari paham radikal dan teroris yang mulai marak di beberapa daerah. Bahkan sepak terjang ulama pendahulu selalu aktif membendung kelompok-kelompok yang membid'ahkan amaliah NU.

 

Ketua MWCNU Ganding tersebut mengutarakan bahwa PRNU Bataal Barat merupakan representasi dari amaliah yang sudah lama mengakar di tengah masyarakat.

 

"Ini merupakan wujud syukur kita di momentum 17 Agustus. Di mana peran ulama NU beserta santri ikut andil mengusir penjajah dari Madura walaupun dengan menumpahkan darah para syuhada, salah satunya almarhum KH Abdullah Sajjad yang dieksekusi di Kemisan, Guluk-guluk," kenangnya.

 

Selain itu, PRNU di kawasan tersebut memberi contoh kepada Nahdliyin yang diwujudkan dengan pelestarian amaliah, gerakan kemandirian, struktur, lembaga dan badan otonom NU yang saling bersinergi. Hal itu demi melanjutkan misi para muassis atau pendiri jamiyah, yakni mensyiarkan akidah Islam Ahlusunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

 

Dirinya memberikan penghargaan atas kiprah beragam kalangan yang mendukung ikhtiar tersebut. Dari mulai PCNU Sumenep, PRNU se-Kecamatan Ganding, camat, Danramil, Polsek, dan aparatur desa yang mengapresiasi kegiatan ini.

 

"Kami berharap kepada kepala desa untuk dimusyawarahkan agar Desa Bataal Barat resmi menjadi Kampung NU seperti halnya daerah lain," harapnya.

 

Tak sampai di situ, dirinya mengajak kepada desa lain agar bisa mengikuti jejak dengan mendeklarasikan sebagai Kampung NU.

 

“Hal tersebut demi membumikan ideologi NU yang dari dulu selalu siaga membentengi agama dan negara dari rongrongan oknum yang getol mengadu domba persatuan bangsa,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini dipusatkan di balai desa setempat dan diikuti sejumlah kalangan dengan tetap menaati protokol kesehatan.

 

Kontributor: Firdausi

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile