Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
PEDULI COVID-19

Haul Sunan Kudus dan Tradisi Buka Luwur 2020 Hindari Kerumunan

Haul Sunan Kudus dan Tradisi Buka Luwur 2020 Hindari Kerumunan
Sejumlah panitia sedang membuka Luwur (Kelambu) Makam Sunan Kudus. (Foto: NU Online/Afina)
Sejumlah panitia sedang membuka Luwur (Kelambu) Makam Sunan Kudus. (Foto: NU Online/Afina)

Kudus, NU Online
Haul Sunan Kudus yang dimulai dengan tradisi Buka Luwur (Kelambu) Makam Sunan Kudus dan dilaksanakan setiap 10 Muharram atau 10 Syura tahun ini terlihat berbeda. Pasalnya, suasana pandemi Covid-19 mewajibkan sejumlah protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan.


Padahal, ciri khas tradisi yang telah bertahun-tahun diselenggarakan ini memang berkerumunnya ribuan peziarah dari berbagai daerah. Khususnya tradisi berebut ‘Nasi Uyah Asem’ yang disediakan panitia di kompleks Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah.


Pantauan NU Online, tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus yang dimulai pada 1 Muharram mulai dipasang kembali pada Rabu (26/8) hingga Kamis (27/8). 


Koordinator Humas Buka Luwur, Muhammad Kharis, menerangkan bahwa ada beberapa hal yang berbeda dalam peringatan rutinan ini meskipun tetap dilaksanakan peringatan secara sederhana.


“Kami melakukan rangkaian acara dengan menghindari kerumunan warga. Biasanya pada 10 Syura ada pembagian brekat nasi dengan mengantre. Besok tidak akan begitu,” ungkapnya.


Ia menambahkan, pembagian nasi akan dilakukan dengan mendatangi setiap rumah warga yang berada di lingkungan Masjid Menara Kudus. “Ada sekitar 20.000 bungkus nasi yang disiapkan. Tapi jumlah pastinya belum tahu,” terangnya.


Selain itu, pengajian yang diselenggarakan Jumat (28/8) malam akan tampak sedikit berbeda juga. Pengajian yang berlokasi di serambi masjid menara akan dibatasi pengunjung. 


“Saat masuk, pengunjung harus menggunakan masker. Kemudian jaga jarak sekitar satu meter di serambi masjid. Jika sudah penuh, maka gerbang masjid akan ditutup. Sehingga menghindari kerumunan jamaah yang hadir,” jelasnya.


Kharis mengakui, masa pandemi menjadi tantangan tersendiri. “Penyelenggara buka luwur harus dapat menyiasati keadaan ini,” terangnya.


Menurut dia, bagi masyarakat yang tidak dapat hadir di majelis, dapat mengikuti pengajian yang akan disiarkan langsung melalui channel YouTube Official Menara Kudus. Kamis kemarin juga digelar terbangan (main rebana) di depan Masjid Menara Kudus yang juga disiarkan langsung.


Ia berharap, warga Kudus khususnya, dapat menerima keadaan peringatan buka luwur yang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. “Jadi, mengantre nasi brekat ini sudah jadi tradisi. Sejak Subuh, antrean sudah mengular di sekitar Masjid Menara Kudus,” pungkasnya.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori
 

BNI Mobile