Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hindari Corona, Masjid Baitus Salikin Jember Bagi Santunan dengan Drive Thru

Hindari Corona, Masjid Baitus Salikin Jember Bagi Santunan dengan Drive Thru
Suasana pembagian bantuan di Jember. (Foto: Istimewa)
Suasana pembagian bantuan di Jember. (Foto: Istimewa)

Jember, NU Online 
Takmir Masjid Baitus Salikin, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur mempunyai cara tersendiri untuk berbagi santunan terhadap 100 anak yatim tanpa membikin mereka berkerumun di lokasi acara. Yaitu dengan model drive thru.  


Saat memberikan santunan, petugas sudah menyiapkan amplop berisi uang di meja yang terletak di pintu bangunan madrasah di samping kiri masjid. Penerima santunan  lalu melewati meja itu sambil mengambil amplop yang telah disiapkan, dan langsung pulang tanpa bersalaman dengan petugas takmir masjid.


“Jadi tidak ada acara seremonial apapun,” ujar Pembina Takmir Masjid Baitus Salikin Jember, Moch Kholili, di sela-sela acara santunan, Sabtu (29/8). 


Menurut Ustadz Kholili, sapaan akrabnya, tujuan pembagian santunan dengan model drive thru adalah untuk melancarkan sirkulasi penerima santunan sehingga tidak terjadi kerumunan. Selain mereka diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, mereka juga wajib menjaga jarak, dan langsung pulang begitu menerima amplop.


“Sebab anak-anak kan senang berkerumun. Kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga mereka dari ancaman penularan virus Corona,” jelas Ustadz Kholili.


Sekretaris Aswaja NU Center Jember itu menegaskan, pembagian santunan untuk anak yatim setiap 10 Muharam adalah salah satu amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)  yang notabene merupakan pengamalan anjuran baginda Rasulallah SAW.


“Dalam banyak hadits, Islam mengajarkan agar kita peduli dan berempati kepada  anak-anak yatim.  Itu salah satu ajaran Islam yang mencerminkan rahmatan lil alamin,” jelasnya. 


Ia menyatakan, anak yatim tidak hanya kekurangan materi, tapi juga kehilangan kasih sayang orang tuanya, khususnya ayah. Jika kebetulan si yatim punya peninggalan harta yang cukup misalnya, tapi  ia tetap kehilangan kasih sayang dari sosok ayah.


Dikatakannya, anak yatim mempunyai beban berat menghadapi kehidupan ini. Tapi bukan berarti mereka tak bisa sukses meraih masa depan yang gemilang. Terbukti banyak anak yatim, tumbuh dan berkembang sebagai orang sukses dalam mengarungi kehidupan. Salah satu contohnya adalah Nabi Muhammad SAW.


“Artinya anak yatim juga bisa berbuat sesuatu, sama-sama mempunyai peluang dengan yang bukan yatim untuk menggapai kesuksesan,” pungkasnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq 
Editor: Musthofa Asrori

BNI Mobile