Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Jasa Besar Pendiri NU, Wujudkan Pola Beragama dan Bernegara yang Harmonis

Jasa Besar Pendiri NU, Wujudkan Pola Beragama dan Bernegara yang Harmonis
Tiga pendiri Nahdlatul Ulama (Foto: Tebuireng.online)
Tiga pendiri Nahdlatul Ulama (Foto: Tebuireng.online)
Jombang, NU Online
Dai kondang, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) menjelaskan peran penting tiga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Indonesia. Lewat NU, ketiganya membangun pola beragama dan berbangsa yang tepat.
 
Ketiga tokoh tersebut yakni Rais Akbar NU sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng KH M Hasyim Asyari dan dua santrinya bernama KH A Wahab Hasbullah (Tambakberas) dan KH Bisri Syansuri (Denanyar).
 
Hal ini disampaikannya saat launching Kiai Wahab Chasbullah Foundation di Ndalem Kasepuhan Kiai Wahab Chasbullah, Tambakberas Jombang, Ahad (30/8).
 
"Tidak ada daerah senyaman Indonesia bagi umat Islam, bernegara di sini indah dan nyaman. Tidak semua bisa mengalami ini dan ini tak bisa lepas dari tiga tokoh Jombang KH Hasyim, KH Bisri, dan KH Wahab," katanya, 
 
Gus Muwafiq mencontohkan daerah Andalusia (Spanyol) dan Timur Tengah yang menikmati kebebasan beragama hanya sementara. Setiap hari perang saudara. Ia juga mencontohkan Malaysia yang hanya dibatasi buat acara sampai pukul 10 malam. Padahal Islamnya kental. 
 
Sementara di Indonesia boleh buat acara keagamaan hingga subuh, ini berkat kecerdasan ulama NU. Semua orang merasa menikmati Islam. Shalawatan di tempat lain hanya jadi bacaan, tapi di Indonesia bisa dalam berbagai model. 
 
Ulama NU terkhusus para pendirinya bisa membangkitkan sektor ekonomi yang luar biasa lewat pesantren dan wisata religi. Ada yang jualan nasi, tasbih, baju serta makanan. Dan ini hanya ada di Indonesia. 
 
"Ulama ujung tombak Islam dengan tokoh dan generasi yang berbeda membuat pendekatan berbeda. Hal ini dilindungi secara teologi NU. NU membuat ulama jadi ujung tombak. Islam rahmatal lil alamin menembus segala alam," ungkap Gus Muwafiq.
 
Di Indonesia ada sebuah sistem beragama yang dibangun ulama-ulama NU dan berjalan damai tanpa ada tekanan-tekanan tertentu atau paksaan dari pihak luar. Pola yang disusun ulama ini menjadi lebur dengan kebiasaan masyarakat.
 
"Peletak dasarnya NU adalah Mbah Hasyim dan Mbah Wahab. NU punya sistem perawatan kebangsaan yang sampai hari ini susah dicari tandingannya. Jasa besar Mbah Wahab adalah menyelaraskan agama dan bangsa," tutupnya.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin 
BNI Mobile