Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pentingnya Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda

Pentingnya Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda
“Mereka yang saat ini berusia muda, kelak pada waktunya akan menjadi dewasa dan memimpin bangsa”.
“Mereka yang saat ini berusia muda, kelak pada waktunya akan menjadi dewasa dan memimpin bangsa”.

Jakarta, NU Online
Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Mereka yang saat ini berusia muda, kelak pada waktunya akan menjadi dewasa dan memimpin bangsa”. Pepatah ini menunjukkan bahwa jika wawasan kebangsaan para generasi muda kuat saat kelak menjadi pemimpin, bisa dipastikan mereka akan lebih menghargai bangsanya. Jadi wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk ditanamkan pada kelompok anak muda.


Lebih-lebih di 2025-2045 mendatang, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, di mana usia kelompok produktif akan menjadi kelompok usia paling banyak di Indonesia dibanding kelompok usia lain. Di masa itu, wawasan kebangsaan dan penguatan karakter bangsa sangat diperlukan, tidak hanya untuk memajukan bangsa Indonesia, namun juga untuk memastikan bangsa Indonesia semakin solid.


Guru Besar Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Usman Ismail, mengatakan, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk menguatkan karakter bangsa adalah mengenalkan sejarah bangsanya. Menurutnya, hanya dengan cara itu, kelompok muda akan lebih menghargai jerih payah pendahulunya dan kelak akan lebih siap menjadi pemimpin di masa depan.
 

“Di tangan mereka kualitas bangsa ini dipertaruhkan. Kalau hari ini ada bayi lahir, maka 20 tahun kemudian dia sudah remaja. Kalau hari ini remaja, 20 tahun lagi sudah jadi pemimpin bangsa. Maka kaum muda saat ini sudah harus punya pikiran yang terbuka, kreatif, inovatif dan komunikatif dalam melihat persoalan bangsa ini,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Wawasan kebangsaan, menurut dia, sangat penting dikuasai mengingat besarnya wilayah Indonesia, banyaknya jumlah penduduknya, dan beraneka ragamnya kebudayaan di dalamnya. Dengan kuatnya pengetahuan kebangsaan, maka dia yakin, generasi mendatang akan lebih kuat dalam mempertahankan keutuhan bangsa.


Di saat yang bersamaan, pengetahuan akan wawasan kebangsaan bisa menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan yang datang dari berbagai gerakan seperti gerakan negara Khilafah Islamiyah atau yang lain. Gerakan khilafah sering didengungkan oleh segelintir orang sebagai solusi atas masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Gagasan ini akan mudah masuk kepada kelompok muda, apabila tidak memiliki pemahaman tentang wawasan kebangsaan.


Dalam rangka itulah menurutnya, diperlukan kerja sama dengan semua elemen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan yang lebih luas.


“Tidak boleh berhenti hanya pada ormas yang besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah saja. Karena banyak ormas-ormas yang berbasis keislaman lainnya seperti Persatuan Islam (PERSIS), Mathlaul Anwar, Persatuan Umat Islam (PUI) dan lain sebagainya itu juga perlu diajak,” pungkasnya.


Pewarta: Ahmad Rozali
Editor: Muhammad Faizin

BNI Mobile