Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hadirkan Pilkada Sejuk, Ansor Ternate Gelar Pengajian Demokrasi

Hadirkan Pilkada Sejuk, Ansor Ternate Gelar Pengajian Demokrasi
Pengajian demokrasi kerja sama Ansor dan KPU Kota Ternate (Foto: NU Online/Andy Muhammad Idris)
Pengajian demokrasi kerja sama Ansor dan KPU Kota Ternate (Foto: NU Online/Andy Muhammad Idris)

Ternate, NU Online
Dalam rangka mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Maluku Utara, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Rijalul Ansor bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate mengadakan pengajian demokrasi yang bertajuk 'Merajut Demokrasi Santun, Damai, dan Bermartabat'

 

Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Darul Falah Ternate, Senin (31/8) malam diikuti jamaah Wali Songo, kader Ansor, dan jamaah NU Ternate dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Ketua GP Ansor Ternate Rahdi Anwar mengungkapkan, kegiatan pengajian demokrasi sebagai hajatan awal KPU dalam penyelenggaraan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot).

 

"Kegiatan ini sebagai hajatan awal, di mana pengajian demokrasi ini selain mendengarkan materi, semua peserta akan disuguhi shalawatan yang dibawakan grup shalawat Majelis Wali Songo," ucapnya.

 

Dirinya berharap, dalam pelaksanaan Pilkada serentak khususnya di Kota Ternate dapat menghasilkan pemilu berintegritas, jujur, komitmen, dan konsisten.  

 

Komisioner KPU Kota Ternate Soleman Patras mengatakan, kegiatan pengajian demokrasi ini sebagai salah satu rangkaian sosialisasi Pilkada serentak di Ternate.  

 

"KPU menggandeng Ansor mengadakan kegiatan sosialisasi dalam bentuk pengajian dan shalawatan dengan harapan keberkahan dzikir dan shalawat, pilkada serentak berlangsung adil, damai, dan jujur," ujarnya. 

 

Soleman mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan pemimpin yang adil. Dirnya mengjak kepada Ansor untuk memberikan edukasi pemilu kepada masyarakat, khususnya dalam penggunaan media sosial.  

 

Ketua Bawaslu Kota Ternate Kifli Sahlan mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih rasional. Setiap pemilih sedianya memperhatikan latar belakang calon, sehingga dalam memilih calon bukan karena ada janji-janji politik yang berpotensi melanggar aturan kepemiluan.

 

"Pilihlah calon kepala daerah sesuai latar belakang yang jelas dan bukan karena janji-janji selama kampanye, apalagi yang berpotensi melanggar aturan," ungkapnya.

 

Akademisi Universitas Khairun Ternate Muktar Adam menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengajian demokrasi yang dihelat Ansor bersama KPU Kota Ternate.

 

"Saya salut atas kegiatan ini, pengajian demokrasi diselingi dengan shalawatan. Oleh karena itu saya minta KPU dan Bawaslu pada tanggal 9 Desember 2020 untuk senandungkan shalawat di seluruh toa masjid Ternate. Hal ini untuk menjadi cambuk bagi calon-calon pemimpin ketika terpilih bisa memberikan kesejukan, sebagaimana kesejukan dan keberkahan shalawat," ucapnya.

 

Pemilu serentak tahun 2020 ini lanjutnya, merupakan pemilu tidak normal disebabkan pandemi Covid-19, di satu sisi angka kemiskinan meningkat, tapi penyelenggaraan pemilu harus berjalan.

 

"Semoga pemimpin yang terpilih nanti sadar bahwa anda terpilih pada pemilu yang tidak normal, sehingga anda harus amanah bukan untuk mencuri uang rakyat, memperkaya diri sendiri, dan membangun istana di puncak gunung," pungkasnya.

 

Pengasuh Pesantren Darul Falah Ternate Kiai Ahmad Dardirie dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya mengaku gembira pesantren yang diasuhnya menjadi tempat pengajian demokrasi.

 

"Kami atas nama pesantren berterima kasih atas dipilihnya pesantren Darul Falah sebagai tempat terselenggaranya pengajian demokrasi kerja sama Ansor dan KPU," ujarnya.

 

Dirinya berharap dukungan seluruh jamaah, khususnya GP Ansor Ternate atas keberadaan Pesantren Darul Falah di Maluku Utara Kie Raha di mana pesantren Darul Falah ini mengusung manhaj Ahlussunnah wal jamaah yang mengintegrasikan sistem salafiyah dan modern.  

 

Kontributor: Andy Muhammad Idris
Editor: Abdul Muiz

 

BNI Mobile